JABAR EKSPRES – Dalam upaya mengimplementasikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertema konservasi dan budaya, kelompok mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) yang bertugas di Desa Cimerak, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, menggelar kegiatan penyuluhan dan aksi lingkungan di Cilok Rahayu pada Senin (31/8/2026). Kegiatan yang menyasar ibu-ibu rumah tangga dan warga setempat ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu optimalisasi pekarangan rumah, pengolahan sampah organik, dan penanaman pohon.
Ketua kelompok KKN Desa Cimerak, Abdillah Agung, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi besar lahan pekarangan yang masih belum dimaksimalkan oleh masyarakat. Ia menilai, banyak lahan tidur yang sebenarnya bisa disulap menjadi sumber pangan harian. “Kami melihat banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk menanam sayur atau tanaman produktif lainnya. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi sumber pangan harian keluarga dan mengurangi ketergantungan pada pasar,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Selain sosialisasi, mahasiswa juga memberikan pelatihan praktik membuat kompos dari limbah dapur dan sisa pertanian. Metode ini dinilai sangat relevan karena selain mengurangi volume sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir, pupuk kompos yang dihasilkan dapat langsung digunakan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan. Kehadiran Muhammad Ramdani, mahasiswa KKN Unigal dari Fakultas Pertanian, sebagai narasumber menambah bobot materi yang disampaikan. “Kami ingin mengajarkan bahwa sampah organik bukanlah masalah, melainkan solusi. Dengan sedikit keterampilan, limbah bisa diubah menjadi aset yang berharga,” tambahnya.
Baca Juga:Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan BencanaTitik Sadrah Jadi Konser Terakhir for Revenge? Boniex dan Chimot Buka Suara
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di area sekitar pemukiman dan lahan kritis. Tindakan simbolis ini merupakan perwujudan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah erosi, terutama di wilayah yang rawan bencana hidrologi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan mahasiswa terhadap program pemerintah daerah dalam meningkatkan penghijauan di kawasan selatan Jawa Barat.
Program KKN ini sejalan dengan tema besar yang diusung Unigal, yaitu “Pembangunan Desa Inklusif Berbasis Konservasi dan Budaya di Wilayah Pembangunan Jawa Barat Selatan.” Dengan kolaborasi lintas ilmu, mahasiswa dari berbagai program studi berharap dapat memberikan solusi holistik bagi permasalahan di tingkat desa, mulai dari isu ketahanan pangan hingga pelestarian lingkungan.
