“Anak bukan hanya penerima manfaat pembangunan. Anak juga harus diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan berkontribusi positif bagi daerah,” katanya.
Dengan kepengurusan FAD yang baru, partisipasi anak di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan semakin kuat. Mereka didorong menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang menyangkut kehidupan anak dan lingkungan sekitarnya.
Peringatan HAN ke-42 akhirnya menjadi pengingat bahwa membangun masa depan anak tidak bisa dilakukan dengan slogan semata. Dibutuhkan kepedulian, perlindungan, ruang partisipasi, dan keberanian seluruh pihak untuk memastikan anak-anak tumbuh tanpa rasa takut, tanpa kekerasan, dan tanpa perundungan. (Hendi)
Reporter: Hendi
