Rektor Universitas Persatuan Islam, Jajang A Rohmana, menyambut baik kolaborasi antara Kemendiktisaintek, Komisi X DPR RI, dan UNIPI melalui kegiatan tersebut.
Menurut Jajang, penguatan dunia riset perlu melibatkan berbagai unsur, termasuk organisasi masyarakat Islam dan perguruan tinggi yang berada di lingkungan ormas Islam.
“Penguatan dunia riset itu harus melibatkan kaum muslim, ormas dan juga pendidikan di lingkungan Ormas Islam, khususnya di Persatuan Islam,” ujarnya.
Baca Juga:Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jateng Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah PenghargaanNo Tipu-Tipu Club! JetZrek-in Aja Bareng Hearts2Hearts Buat Tunjukin Jati Diri Lo Sesungguhnya
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu mendorong mahasiswa UNIPI untuk semakin aktif mengembangkan riset dan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi AI secara tepat.
Jajang mengatakan maraknya penggunaan AI dalam dunia pendidikan membuat mahasiswa perlu memahami batasan serta rambu-rambu penggunaannya.
“Makanya perlu untuk mengenal rambu-rambu, batasan-batasan dan nilai etika Islam itu yang kemudian diharapkan dijunjung tinggi dalam pengembangan kecerdasan artificial ini,” katanya.
Ia berharap kesadaran tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa agar mampu memanfaatkan AI untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan tanpa mengabaikan integritas akademik dan nilai-nilai etika.
