Rp86 Miliar Digelontorkan untuk Irigasi Tasikmalaya, Naik 3 Kali Lipat dari Tahun Lalu

Gambaran salahsatu saluran irigasi di Kabupaten Tasikmalaya
Gambaran salahsatu saluran irigasi di Kabupaten Tasikmalaya/Foto: Pemkab
0 Komentar

“Irigasi bukan sekadar saluran air. Di balik setiap butir beras yang dikonsumsi masyarakat, ada jaringan irigasi yang memastikan sawah tetap produktif dan petani bisa terus menanam,” kata Deden saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).

Deden menjelaskan, Pemkab Tasikmalaya bersama BBWS Citanduy terus memperkuat jaringan irigasi melalui rehabilitasi saluran utama. Perbaikan dilakukan untuk memastikan distribusi air ke areal persawahan berjalan lebih optimal.

Selain jaringan irigasi permukaan, pemerintah juga membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Infrastruktur ini menjadi salah satu strategi untuk menjaga pasokan air pertanian, khususnya saat musim kemarau ketika debit sumber air permukaan mengalami penurunan.

Baca Juga:Tiga Ruas Jalan Rampung, Bupati Cecep: Mudah-mudahan Tak Ada Lagi Mobil TerperosokKapolres Tasikmalaya Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani Masyarakat

“Program tersebut dirancang untuk mengurangi risiko gagal panen, meningkatkan indeks pertanaman, serta memastikan lahan di bagian hilir tetap memperoleh air,” jelasnya.

Deden menegaskan, dukungan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya membuat pihaknya terus mengoptimalkan berbagai upaya agar kondisi jaringan irigasi di Kabupaten Tasikmalaya semakin baik.

Namun, besarnya anggaran dan pembangunan fisik belum cukup jika jaringan yang sudah diperbaiki tidak dijaga bersama.

Menurut Deden, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah di lapangan, terutama terkait keberadaan bangunan liar (bangli) dan sampah yang kerap mengganggu jaringan irigasi.

Bangunan liar dapat menghambat akses pemeliharaan jaringan, sedangkan sampah berpotensi menyumbat saluran dan mengganggu kelancaran distribusi air ke lahan pertanian.

Karena itu, pemerintah mendorong masyarakat ikut menjaga jaringan irigasi yang telah dibangun. Infrastruktur yang dibiayai negara tersebut pada akhirnya bukan hanya menjadi aset pemerintah, tetapi menjadi penopang aktivitas pertanian dan kehidupan ribuan petani.

Dengan alokasi sekitar Rp86 miliar dan 15 titik proyek pada 2026, pemerintah berharap wajah infrastruktur irigasi Tasikmalaya terus membaik. Target akhirnya jelas: air tersedia, sawah tetap produktif, indeks pertanaman meningkat, dan risiko gagal panen bisa ditekan. (Hendi)

0 Komentar