Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Polres Tasikmalaya Deden Radian mengaku tetap mengapresiasi pertandingan tersebut meski timnya harus mengakui keunggulan tim kepolisian.
“Kami sudah menerjunkan pemain-pemain terbaik. Meski hasil pertandingan kali ini belum berpihak kepada kami, yang paling penting adalah kebersamaan dan silaturahmi tetap terjaga,” kata Deden.
Menurut Deden, pertandingan olahraga menjadi salah satu cara sederhana untuk membangun kedekatan di luar rutinitas masing-masing.
Baca Juga:Simpel dan Ikonik ala Tenxi, Intip Gaya dan Barang Favoritnya di Shopee 9.9 Super Shopping DaySempat Mengaku Jadi Pemandu Lagu di Bekasi, IRT Asal Tasikmalaya Ternyata Bersembunyi di Sumedang
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pertandingan sepak bola saja, tetapi dapat terus digelar dalam berbagai kegiatan positif lainnya.
Sore itu, skor 3-0 memang menjadi milik polisi. Namun, jika yang dipertandingkan adalah soal kebersamaan, silaturahmi dan persahabatan, kedua tim pulang sebagai pemenang.
Lapangan Lodaya Sakti pun menjadi saksi bahwa kemitraan polisi dan wartawan tak selalu dibangun lewat diskusi serius. Kadang, cukup dengan satu bola, keringat, dan tawa bersama. (Hendi)
