4. Perhatikan Posisi Berkendara dan Jangan Memotong Jalur
Saat berkendara di kawasan pegunungan, pertahankan posisi motor pada jalur yang aman dan hindari gerakan mendadak. Jangan mengambil jalur berlawanan secara berlebihan hanya untuk mendapatkan posisi menyalip, terutama ketika mendekati tikungan.Jika pandangan ke arah depan belum terbuka sepenuhnya, jangan memaksakan diri keluar dari jalur. Tunggu hingga kondisi jalan benar-benar memungkinkan untuk melakukan manuver dengan aman dan tetap memiliki ruang yang cukup untuk kembali ke jalur semula.
5. Atur Kecepatan Sebelum Memasuki Tikungan
Kecepatan sebaiknya sudah disesuaikan sebelum memasuki tikungan. Hindari melakukan pengereman mendadak maupun perubahan arah secara ekstrem ketika motor sedang menikung karena dapat mempengaruhi kestabilan dan kontrol terhadap sepeda motor.Pilih kecepatan dan tingkat gigi yang sesuai dengan kondisi jalan agar motor tetap mudah dikendalikan. Setelah melewati tikungan dan menemukan ruas jalan yang lebih terbuka dengan jarak pandang yang aman, pengendara dapat melakukan akselerasi secara bertahap jika kondisi memungkinkan untuk mendahului.
6. Jangan Terpancing Emosi dan Ego
Menemui kendaraan seperti bus, truk, atau kendaraan lain yang berjalan lebih lambat merupakan hal yang wajar ketika berkendara di jalan pegunungan. Jangan menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk memaksakan diri menyalip, terlebih ketika berada di tikungan atau ruas jalan dengan jarak pandang terbatas.
Baca Juga:Satpol PP Jabar Segel Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-BandungUlama Apresiasi Kebijakan Bupati Bogor Naikkan Insentif Guru Ngaji
Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora (DAM), mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum pengendara melakukan manuver menyalip.
“Menyalip di jalan pegunungan membutuhkan perhitungan yang matang. Pengendara tidak hanya perlu memperhatikan kendaraan di depan, tetapi juga memastikan kondisi jalur dari arah berlawanan, jarak pandang, serta kemampuan sepeda motor. Jika kondisi belum memungkinkan, lebih baik bersabar dan menunggu hingga menemukan ruas jalan yang aman untuk menyalip,” ujar Ludhy.
Pada akhirnya, berkendara di kawasan pegunungan bukan tentang siapa yang paling cepat sampai tujuan, tetapi bagaimana perjalanan dapat dilakukan dengan aman hingga tiba di tujuan. Dengan menjaga jarak aman, mengatur kecepatan, tidak memaksakan manuver, serta selalu memperhatikan kondisi lalu lintas, perjalanan di jalan pegunungan dapat menjadi pengalaman yang lebih aman dan menyenangkan. Yuk, selalu utamakan keselamatan dan #Cari_Aman di setiap perjalanan.
