JABAR EKSPRES — Sebanyak 131 siswa dari berbagai jenjang sekolah di Kota Banjar akan mengikuti Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-8 yang akan dilaksanakan di Rumah Tahfidz ArRahman, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bekerja sama dengan Rumah Tahfidz ArRahman tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan sains sekaligus membangun kemampuan bernalar, berpikir logis, menganalisis persoalan, dan mencari solusi.
KSNR tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghafal materi. Peserta ditantang untuk memahami konsep dan menggunakannya dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:Jelajah “Asik ke Tasik”, Overland Club Indonesia Eksplor Kekayaan Alam Kabupaten TasikmalayaAtasi Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemprov Jateng Terapkan Metode PBL di Desa Kepyar
Ketua Najma Math KPM Banjar, Herri Herdiman, mengatakan bahwa kemampuan bernalar menjadi salah satu hal penting yang ingin dibangun melalui kompetisi tersebut.
“KSNR lebih menekankan pada kemampuan nalaria. Anak-anak diajak memahami persoalan, berpikir secara logis, menganalisis informasi, kemudian mencari solusi. Jadi yang kita bangun bukan hanya kemampuan menjawab soal, tetapi juga cara berpikir anak,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi sains dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap ilmu pengetahuan sekaligus melatih mereka menghadapi berbagai persoalan secara sistematis.
Sementara itu, Ketua Yayasan Arif Saeful Rahman, Zaenal Arifin, menilai penguasaan sains dan teknologi merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi Muslim menghadapi masa depan.
“Generasi Muslim tidak cukup hanya memiliki kemampuan keagamaan, tetapi juga harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita ingin melahirkan generasi yang memiliki iman dan adab, sekaligus kuat dalam ilmu pengetahuan,” katanya.
Menurut Zaenal, pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara keimanan, akhlak, wawasan keilmuan, dan kemampuan berpikir.
“Kita ingin anak-anak mencintai Al-Qur’an, memiliki adab dan kepribadian yang baik, tetapi pada saat yang sama juga kuat dalam sains, teknologi, matematika dan berbagai bidang keilmuan lainnya. Mereka adalah generasi yang nantinya akan membangun masa depan,” ujarnya.
Baca Juga:Pengalihan Status Guru PPPK Diklaim Tak Ganggu FiskalInsentif Motor Listrik Berlaku September 2026, Benarkah?
Ia menambahkan, keterlibatan Rumah Tahfidz ArRahman sebagai lokasi penyisihan KSNR-8 merupakan bagian dari upaya membangun budaya ilmu dan prestasi di lingkungan pendidikan.
