Jabar Ekspres – Pengangkatan Direksi PT Migas Utama Jabar (MUJ) kembali berpolemik. Karena lagi lagi bagian dari tim sukses Dedi Mulyadi yang menduduki jabatan strategis itu.
Direktur Utama PT MUJ yang baru adalah Undang Sudrajat. Sedangkan Komisarisnya adalah Agung Wahyudi.
Undang Sudrajat bukanlah orang asing di lingkaran Dedi Mulyadi. Ia bagian dari tim sukses yang juga sempat ikut mengantarkan perbaikan dokumen persyaratan ke KPU Jabar kala musim Pilkada lalu.
Baca Juga:Moxy Bandung Hadirkan Promo Stay Longer Feel Better, Liburan Makin Nyaman dengan Benefit EksklusifViral! Dangdutan di Halaman Masjid Ciamis Tuai Kecaman
Sedangkan Agung Wahyudi adalah Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya adalah ASN dan kepala dinas di Purwakarta.
Undang Sudrajat bukanlah orang dekat Dedi Mulyadi yang pertama masuk jajaran direksi BUMD. Sebelumnya, ada nama Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo. Ia menjadi nahkoda atau Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar ONWJ yang merupakan anak usaha dari PT Migas Utama Jawa Barat.
Nama Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo tidak asing. Dalam Pilkada 2024 lalu, ia tercatat sebagai Ketua Timses Pasangan Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan.
Pengangkatan Tim Sukses atau Tim Pemenangan itu dinilai tidak konsisten dengan pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi. Karena setelah terpilih dan dilantik, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tidak akan menempatkan Timses di BUMD.
Sebagimana disampaikan secara lantang dalam pidatonya di DPRD Jawa Barat pada Jumat (21/2/2025). Tepat sehari setelah dilantik.
“Saya tidak mau menjadikan BUMD tempat menyimpan Tim Sukses. Tidak akan ada di pemerintahan saya,” ucapnya kala itu.
Sementara itu, Kepala Biro BIA Jawa Barat Deny Hermawan menuturkan bahwa pengisian Jabatan Dirut MUJ itu telah sebagai mana proses seleksi yang ada. Kandidat dipilih yang terbaik dari kandidat yang melamar.
Baca Juga:Viral! Dangdutan di Halaman Masjid Ciamis Tuai KecamanTim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Gardu Listrik Pabrik Gula di Singaparna
“Alasan pemilihannya adalah adanya posisi lowong pimpinan perusahaan, sehingga perlu dilakukan seleksi sebagaimana ketentuan peraturan perundangan dan dipilih yang terbaik dari kandidat yang melamar, ” katanya, Jumat (21/8).
Di sisi lain, Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi sempat merespon pengisian jabatan Direksi di lingkungan MUJ itu.
Ia sedikit kecewa, karena ternyata Gubernur Dedi Mulyadi masih sama saja melanjutkan pola sebelumnya.
