JABAR EKSPRES – Jajaran Polsek Panyileukan, mengaku terus melakukan pendalaman terhadap kasus pembunuhan seorang ibu tiri yang terjadi di di Jalan Pamitran VI, Panyileukan, Kota Bandung.
Dikatakan Kapolsek Panyileukan AKP Anang Suryana, menyebut bahwa jajaranya hingga kini terus melakukan proses pemeriksaan terhadap pelaku berinisial DH (32) yang merupakan anak tiri dari korban.
“Kami masih penyelidikan belum tes kejiwaan (kepada pelaku),” ujarnya, saat dikonfirmasi, Senin, (28/9).
Baca Juga:Dorong Ketahanan Energi Nasional, SAKA Tajak Sumur Eksplorasi SM-1 di WK PekawaiJaga Keberlangsungan Pembangunan, Bupati dan DPRD Purwakarta Sahkan Raperda Perubahan APBD 2026
Dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 17. 47 Wib tersebut, diketahui pelaku atau DH (32) tega melakukan aksinya dengan cara menusuk sejumlah bagian tubuh korban menggunakan sebilah pisau.
Dengan adanya hal tersebut, Anang mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendalaman terhadap pelaku atas tindakan yang dilakukannya kepada korban.
“Kita penyelidikan dulu. Nanti kita minta keterangan ahli, baru tes psikologi kalau ada indikasi yang mengarah ke gangguan kejiwaan,” ungkapnya.
Sebelumnya, seorang pria berinisial DH (31), terpaksa harus diringkus polisi usai tega menghabisi nyawa ibu tirinya bernama Apriyanti (53) di Jalan Pamitran VI, Panyileukan, Kota Bandung.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 27 September kemarin sekitar pukul 17.47 WIB, menurut Kapolsek Panyileukan, AKP Anang Suryana, bahwa pelaku tega melakukan aksinya diduga dengan cara menusuk sejumlah tubuh korban dengan sebilah pisau.
“Pada hari Minggu tanggal 27 September 2026 sekira pukul 17.47 WIB di Jalan Pamitran VI No 06 Rt/Rw 05/09, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, telah terjadi tindak pidana penusukan terhadap Apriyanti yang diduga dilakukan oleh DH,” katanya, Senin, (28/9).
Menurut informasi yang didapat, Anang menjelaskan pelaku tega melakukan aksinya korban diduga karena memiliki dendam lama. Dimana sebelum kejadian, pelaku yang pada saat itu tengah berada di rumahnya kerap meras kesal kepada korban.
Baca Juga:Jadi Ajang Pelestarian Budaya, Festival Pencak Silat CUP IV 2026 Digelar di Kebun Raya Bogor dan Diikuti 321 PDi Forum ITMO 2027, Kebun Raya Dorong Pengembangan Experience Tourism Berkelanjutan
“Bahwa sekira pukul 17.30 WIB, DH sedang bersantai di rumah lantai dua dikarenakan dirumah tersebut hanya berdua (dengan ibu tirinya). Tidak lama kemudian (DH) turun ke lantai satu dengan membawa pisau dapur dan alat kejut listrik (Stunt Gun) lalu menghampiri Apriyanti dan menempelkan Stun Gun ke badan korban lalu korban jatuh. Tak lama kemudian (DH) menusuk leher, perut, pelipis kanan dan mata kanan. Tak lama DH langsung duduk di ruangan belakang warung. Tak lama tetangga datang dan melihat dan tak lama ayah kandung (pelaku) membawa Apriyanti ke rumah sakit Ujungberung,” ungkapnya.
