JABAR EKSPRES – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Achmad Yani (FKG Unjani) menggelar kegiatan penyuluhan dan pembinaan bagi 40 ibu kader Puskesmas Pasirkaliki.
Bertema “Pemanfaatan Tanaman Obat untuk Membantu Penyembuhan Luka Kulit dan Rongga Mulut”, acara tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme di Aula Kelurahan Pasirkaliki, Kota Cimahi.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Lurah Pasirkaliki serta dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas Pasirkaliki, drg. Imas Sartika.
Baca Juga:Strategi "Kuda Hitam" Antar Tim Badminton UNS Sabet Gelar Juara National Badminton Campus League 2026UNS Borong Dua Gelar, Drama Rubber Set Warnai Final Campus League Badminton The Nationals 2026 di Bandung
Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader dalam mengenali manfaat, tata cara penggunaan, hingga batas keamanan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai pendamping perawatan luka ringan pada kulit maupun rongga mulut.
Tiga narasumber pakar dari FKG Unjani hadir memaparkan materi secara komprehensif, ketiganya adalah; Florence Meliawaty, drg., Sp.BM., M.Kes., Prof. Dr. Euis Reni Yuslianti, drg., M.Kes., PBO., C.Herbs., dan Indah Puti R. Sabirin, drg., M.Kes.
Pada kesempatan itu, para narasumber menyampaikan materi krusial seputar langkah pertolongan pertama pada luka, potensi bahan alam dalam mendukung pemulihan jaringan, hingga pentingnya pengolahan bahan alami secara higienis dan aman.
Demonstrasi Praktis dan Pemahaman Tanda Bahaya
Dalam sesi pelatihan, para peserta diajak mengenali ragam bahan alam kaya manfaat, seperti daun reundeu, lidah buaya, kunyit, daun jambu biji, daun sirih, dan madu.
Tak sekadar teori, para kader juga mengikuti demonstrasi langsung pembuatan formulasi sederhana, di antaranya:
1. Penggunaan Madu: Sebagai bahan pendamping alami untuk meredakan dan mempercepat pemulihan sariawan.
2. Infusa Daun Sirih: Pembuatan ramuan obat kumur alami secara higienis.
Di sisi lain, narasumber menegaskan bahwa bahan alami sifatnya adalah pendamping dan bukan pengganti pengobatan utama dari dokter atau dokter gigi.
Baca Juga:Cetak Generasi Peduli Lingkungan, UNJANI dan BLDF Gaet Mahasiswa Baru Jadi 'Environmental Champion'Juara Regional Bandung, BINUS Jakarta Tatap Babak The Nationals Campus League 2026
Para kader dibekali pemahaman mengenai tanda-tanda bahaya yang mewajibkan pasien segera dirujuk ke tenaga kesehatan, seperti: Luka yang kian membengkak atau bernanah, timbulnya demam tinggi, perdarahan yang tak kunjung berhenti, serta luka yang tidak kunjung membaik dalam jangka waktu tertentu.
Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para kader aktif berkonsultasi mengenai berbagai keluhan kesehatan yang kerap mereka temui di lingkungan warga sehari-hari.
