“Sekali lagi, selamat menempuh perjalanan Anda menjadi mahasiswa di kampus terbaik di Indonesia, kampus UPI. Nanti, ya. Nanti janji sama teman Anda empat tahun lagi berkumpul untuk wisuda menjadi sarjana UPI,” katanya.
13.386 Mahasiswa Baru Donasikan Bibit Pohon
Di tengah pesan mengenai pembentukan karakter, rangkaian MOKAKU UPI 2026 juga diisi dengan gerakan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebanyak 13.386 mahasiswa baru UPI dilibatkan dalam program donasi bibit pohon. Setiap mahasiswa diminta menyumbangkan satu bibit pohon sebagai bagian dari rangkaian kegiatan MOKAKU tahun ini.
Baca Juga:Gebyar HUT RI ke-81 IKA Smandel Medan Perantauan: Satukan Alumni, Perkuat Persaudaraan, Tebar KepedulianMSD Indonesia Gagas Edukasi Bantu Cegah Pneumonia, Berikan Perlindungan Lebih Luas pada Anak Sejak Dini
Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi mengatakan, program tersebut dirancang untuk menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak mahasiswa mulai menjalani kehidupan akademik di kampus.
“Penanaman ini merupakan salah satu program dari MOKAKU pada tahun 2026 ini. Satu mahasiswa, kita minta untuk mendonasikan satu batang pohon. Kita saat ini ada 13.386 mahasiswa,” ujar Prof. Didi.
Bibit pohon yang terkumpul nantinya akan ditanam dengan memperhatikan kondisi cuaca. UPI berencana melakukan penanaman saat memasuki musim hujan sehingga ketersediaan air dapat membantu bibit beradaptasi dan meningkatkan peluang tumbuh dengan baik.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UPI memperluas ruang hijau di kawasan kampus.
Prof. Didi menyebut, meskipun kawasan kampus memiliki keterbatasan lahan, masih terdapat sejumlah area yang dinilai dapat dimanfaatkan untuk penanaman pohon.
“Pertama untuk membuat penghijauan di kampus. Kampus kita ini kampusnya sempit, kemudian ternyata masih banyak lahan-lahan yang perlu ditanami oleh pohon-pohon,” katanya.
Tak hanya untuk lingkungan kampus, UPI juga membuka kemungkinan mendistribusikan sebagian bibit kepada pihak lain yang membutuhkan. Pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Bandung, dapat menjadi salah satu pihak yang menerima bibit tersebut apabila terdapat permintaan.
Baca Juga:Konektivitas Digital Kembali Normal 100%, TelkomGroup Tuntaskan Perbaikan Infrastruktur Pascagempa NTTGala Premiere Perdana di Bandung, Film ‘Baby Udon’ Bikin Penonton Penasaran dengan Kisah KazKaz
“Atau kalau ada permintaan misalnya dari Pemerintah Kota Bandung atau dari yang lain yang membutuhkan bibit pohon, nanti bisa kita distribusikan,” tutur Prof. Didi.
Menurutnya, gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis dalam rangkaian masa orientasi mahasiswa baru. Pohon yang ditanam diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, baik bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.
