Boleh Lelah, Tapi Jangan Menyerah
Perjalanan pendidikan tinggi, lanjut Prof. Brian, sangat mungkin menghadirkan masa-masa sulit. Mahasiswa bisa saja menghadapi beban tugas yang berat, ujian yang menantang, maupun kondisi lain yang membuat proses perkuliahan terasa melelahkan.
Namun, kondisi tersebut merupakan bagian yang harus dilewati. Mahasiswa tidak harus selalu berada dalam situasi yang mudah untuk bisa berkembang.
Prof. Brian bahkan menegaskan bahwa merasa lelah merupakan sesuatu yang wajar selama menjalani proses. Yang terpenting, rasa lelah tersebut tidak membuat mahasiswa kehilangan semangat untuk mencapai tujuan.
Baca Juga:Gebyar HUT RI ke-81 IKA Smandel Medan Perantauan: Satukan Alumni, Perkuat Persaudaraan, Tebar KepedulianMSD Indonesia Gagas Edukasi Bantu Cegah Pneumonia, Berikan Perlindungan Lebih Luas pada Anak Sejak Dini
“Dan kalau ternyata perjalanan Anda berat, ujiannya banyak, Anda silakan untuk capek, silakan lelah, tetapi Anda jangan sampai menyerah,” katanya.
Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya mengenai pencapaian hasil akhir. Proses panjang selama menjadi mahasiswa juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, mengasah kemampuan menghadapi persoalan, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Hadapi Perkembangan AI, Jangan Tinggalkan Fundamental
Pesan mengenai ketangguhan tersebut juga tidak terlepas dari perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat. Mahasiswa baru UPI dihadapkan pada perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang mulai memengaruhi berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan pekerjaan.
Prof. Brian mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Namun, penggunaan AI harus tetap dibarengi dengan penguasaan fundamental keilmuan.
Menurutnya, teknologi dapat membantu mahasiswa menyelesaikan berbagai pekerjaan dan memperoleh informasi, tetapi kemampuan memahami dasar-dasar ilmu tetap menjadi hal utama.
“AI harus kita gunakan, harus kita manfaatkan, tetapi tetap yang akan menang dengan AI adalah mereka yang menguasai fundamental dasar-dasar keilmuannya. Jadi sekali lagi, bisa gunakan AI tetapi harus paham fundamentalnya,” ujarnya.
Dengan penguasaan fundamental yang kuat, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi. Mereka juga dapat mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, serta menghasilkan gagasan yang memberikan dampak bagi masyarakat.
Baca Juga:Konektivitas Digital Kembali Normal 100%, TelkomGroup Tuntaskan Perbaikan Infrastruktur Pascagempa NTTGala Premiere Perdana di Bandung, Film ‘Baby Udon’ Bikin Penonton Penasaran dengan Kisah KazKaz
Prof. Brian kemudian mengajak mahasiswa baru UPI untuk berkomitmen menyelesaikan perjalanan pendidikan mereka. Kebersamaan antarmahasiswa juga dinilai penting agar mereka dapat saling mengingatkan dan memberikan dukungan ketika menghadapi berbagai tantangan.
