Kembali Beroperasi, Pemkot Bandung Bakal Evaluasi Keberlanjutan Penerbangan Husein Sastranegara 

Bandara
Foto ilustrasi Bandara Husein Sastranegara yang telah kembali melayani penerbangan domestik (Dimas/JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung akan melakukan evaluasi terhadap keberlanjutan penerbangan reguler dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dalam dua bulan mendatang.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat sejauh mana penerbangan reguler mampu bertahan sekaligus memberikan dampak terhadap konektivitas dan aktivitas ekonomi Kota Bandung.

Menurut Farhan, evaluasi tidak hanya akan melihat jumlah penumpang maupun keberlangsungan rute penerbangan. Pemkot Bandung juga akan mengevaluasi aspek branding Kota Bandung serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung di sekitar kawasan bandara.

Baca Juga:Di Tengah Semarak HUT ke-81 RI, Bocah Linggaraja Sampaikan Keluhan Lewat Kostum KardusPemkab Tasikmalaya Riung Mungpulung Bersama Para Pejuang, Semangat Kemerdekaan Jadi Inspirasi Pembangunan

“Kita lihat setelah dua bulan ke depan reguler kita masih bisa jalan apa tidak? Sambil kita lihat nanti evaluasi branding Kota Bandung, evaluasi juga seluruh sarana prasarana pendukung infrastruktur di sekeliling bandara,” ujar Farhan, Senin (17/8).

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara sebelumnya memang diarahkan untuk kembali memperkuat konektivitas udara Kota Bandung. Pemkot Bandung juga telah membahas kesiapan infrastruktur pendukung bandara bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Pengamat ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Adib Sultan, menilai rencana evaluasi tersebut menjadi langkah penting agar reaktivasi Bandara Husein tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memiliki dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut Adib, pemerintah perlu memastikan keberadaan penerbangan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru. Mulai dari sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, perdagangan, hingga transportasi dan jasa.

“Jangan sampai kita hanya melihat bandara dari sisi jumlah penerbangan. Yang lebih penting adalah bagaimana penerbangan tersebut menciptakan pergerakan ekonomi bagi Kota Bandung,” kata Adib.

Ia menilai branding Kota Bandung juga harus berjalan beriringan dengan pengembangan rute penerbangan. Bandung harus memiliki daya tarik yang jelas sehingga masyarakat dari luar daerah memiliki alasan untuk datang melalui Bandara Husein Sastranegara.

“Branding kota harus diperkuat. Ketika orang turun di Bandung, harus ada pengalaman dan alasan ekonomi maupun wisata yang membuat mereka ingin datang kembali,” ujarnya.

Baca Juga:HUT ke-81 RI, Bupati Cecep Ajak Warga Rawat Persatuan untuk Wujudkan Tasikmalaya Lebih SejahteraFK Tagana Tasikmalaya Perkuat Kesiapsiagaan Warga, Kerahkan 20 Personel Bersihkan DAS Cikunten

Adib juga mendorong Pemkot Bandung tidak hanya menunggu tingkat keterisian pesawat, tetapi aktif membangun kerja sama dengan pelaku usaha, hotel, restoran, destinasi wisata, hingga sektor ekonomi kreatif.

0 Komentar