BOSS Cabaret Festival 2026: Bukan Sekadar Kompetisi, Ruang Anak Muda Berproses

BOSS Cabaret Festival
Penampilan salah satu tim peserta BOSS Cabaret Festival 2026 di Dago Tea House, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026).
0 Komentar

BANDUNG – Battle of Sierra Star (BOSS) kembali menghadirkan ruang bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi diri melalui BOSS Cabaret Festival 2026. Kegiatan yang mempertemukan dunia pendidikan, kreativitas, dan hiburan ini digelar di Dago Tea House, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026).

Vice Director of Marketing Sierra Mineral Water, Sharon Francine, menekankan bahwa BOSS dirancang bukan sekadar sebagai ajang kompetisi untuk mencari pemenang. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan bakat, berproses, berinteraksi, sekaligus mendapatkan pengalaman baru bersama komunitas.

“Kami ingin BOSS tidak hanya menjadi kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang bagi anak muda untuk berproses,” ujar Sharon saat ditemui di Dago Tea House, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga:Rektor Baru USB YPKP Targetkan 20 Ribu Mahasiswa dan 10 ProfesorProduksi Lokal Jadi Langkah Baru BYD, Hadirkan Lebih Banyak Pilihan Mobilitas Keluarga di GIIAS Bandung 2026

Ia menambahkan, proses dalam kompetisi menjadi bagian penting karena peserta dituntut memiliki sportivitas, keberanian tampil, kreativitas, kemampuan bekerja dalam tim, hingga kepercayaan diri.

Pada BOSS Cabaret Festival 2026, Sierra secara khusus memilih seni pertunjukan kabaret sebagai fokus kompetisi. Sharon menilai kabaret memiliki ekosistem yang cukup kuat di Jawa Barat, khususnya di kalangan anak muda. Seni pertunjukan ini tidak hanya berkaitan dengan penampilan di atas panggung, tetapi juga melibatkan akting, penulisan cerita, musik, koreografi, tata artistik, hingga kerja tim.

“Berdasarkan data yang kami terima, terdapat lebih dari 120 komunitas kabaret yang aktif di Jawa Barat. Artinya, ada ekosistem dan antusiasme yang cukup besar di bidang ini,” katanya.

Dalam festival tersebut, sebanyak 12 tim terbaik berkompetisi dengan mengangkat tema “7 Wonders” yang terinspirasi dari berbagai negara. Para peserta memperebutkan gelar Juara 1, Juara 2, Juara 3, dan Favorite. Selain penghargaan utama, panitia juga memberikan penghargaan individu maupun kelompok, di antaranya Best Actor hingga Best Director.

Penilaian melibatkan sejumlah juri yang memiliki pengalaman di bidang seni pertunjukan dan kabaret, yakni Kang Dike, Kang Yusa, dan Kang Ajuy.

BOSS Cabaret Festival tidak hanya berisi kompetisi. Sejumlah kegiatan lain seperti bazar, mini stage, dan interactive engagement turut dihadirkan untuk memberikan pengalaman festival yang lebih lengkap. “Kami ingin BOSS Cabaret Festival terasa sebagai sebuah festival, bukan hanya kompetisi,” ucap Sharon.

0 Komentar