Jelang Muktamar NU, 18 PCNU Jabar Dorong Organisasi Kembali ke Khittah

Jelang Muktamar NU, 18 PCNU Jabar Dorong Organisasi Kembali ke Khittah
Gus Kikin saat menghadiri kegiatan jelang Muktamar NU, 18 PCNU Jabar Dorong Organisasi Kembali ke Khittah. Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 18 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten/Kota di Jawa Barat menyuarakan perubahan arah organisasi menjelang Muktamar ke-35 NU.

Rois Syuriah PWNU Jawa Barat KH Abun Bunyamin mengungkapkan, terdapat dua harapan yang muncul dari pengurus NU di daerah.

Mereka ingin NU kembali berpegang pada khittah asasi sekaligus menjaga organisasi agar tetap kondusif.

Baca Juga:Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan HematBEI Siap Tarik Investor Baru Lewat Private Placement hingga IPO

“NU harus teduh, damai, dan tidak gaduh,” kata Abun, Jumat (14/8/2026).

Menurut Abun, keinginan tersebut muncul dari bawah. Para pengurus di daerah berharap kepemimpinan NU ke depan membawa perubahan sekaligus mengembalikan organisasi pada prinsip-prinsip dasarnya.

Ia menyebut pertemuan dengan Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin di kawasan Lengkong, Kota Bandung, Kamis (13/8) menjadi wadah untuk menyampaikan langsung aspirasi tersebut sebelum pelaksanaan Muktamar ke-35.

Sementara itu, Gus Kikin menyambut pertemuan tersebut sebagai bagian dari komunikasi dengan jajaran NU di daerah. Ia menilai hubungan antarpengurus perlu terus diperkuat tanpa harus menunggu momentum Muktamar.

“Nomor satu silaturahmi, tetap silaturahmi,” ujar Gus Kikin.

Ia menyebut komunikasi dengan sejumlah pengurus NU di daerah sebenarnya telah dilakukan sejak jauh sebelum tahapan Muktamar berlangsung. Karena itu, kedatangannya ke Bandung disebut bukan semata-mata untuk mencari dukungan pencalonan.

Ketika ditanya mengenai respons pengurus Jawa Barat terhadap pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin memilih tidak menyebut secara gamblang bentuk dukungan yang diterimanya.

Menurut dia, suasana kekeluargaan dalam pertemuan tersebut sudah menjadi hal yang penting.

Baca Juga:Soal Penerapan Pajak Marketplace, Purbaya: Saya Undur DuluJasad Aam Amelia Ditemukan di Sumur Tua Tanjungjaya-Tasikmalaya, Evakuasi Sempat Tertahan Ular Kobra

“Kekeluargaan, kalau kekeluargaan enggak milih, itu masa gitu,” katanya.

Gus Kikin juga membawa gagasan untuk menghidupkan kembali Qanun Asasi apabila nantinya dipercaya memimpin PBNU.

Qanun Asasi merupakan rumusan dasar yang disusun Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sebagai salah satu landasan awal berdirinya NU.

Gus Kikin mengatakan naskah lengkap Qanun Asasi ditemukan kembali di Tebuireng sekitar tiga tahun lalu.

Ia menjelaskan, dokumen tersebut sempat tidak lagi digunakan setelah NU terlibat dalam politik sebagai partai.

Menurutnya, keberadaan kembali naskah tersebut membuka peluang agar prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya diterapkan kembali dalam kehidupan organisasi.

0 Komentar