Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintas.
“Kami tidak diam. Sudah tiga kali kami perbaiki, tetapi karena tanahnya terus bergerak, jalan kembali amblas,” tegas Dony.
“Untuk penanganan sementara, bagian jalan yang mengalami amblas akan kami perbaiki terlebih dahulu agar tetap nyaman dan aman digunakan masyarakat,” lanjutnya.
Baca Juga:Rachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya JuaraPemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak
Di sisi lain, untuk penanganan permanen, Pemkab Sumedang telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan trase baru.
Pemindahan jalur tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang agar kerusakan akibat pergerakan tanah tidak terus berulang dan anggaran daerah tidak terus terserap untuk perbaikan di lokasi yang sama.
Dony menerangkan, DED untuk pemindahan trase telah disiapkan Pemkab Sumedang. Pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran untuk rencana tersebut melalui anggaran perubahan.
“Insyaallah, tahun depan penanganan permanennya bisa selesai melalui jalur yang baru,” terang Bupati.
Dony berharap proses rekomendasi dan perizinan dari Kementerian Kehutanan dapat segera dituntaskan sehingga pembangunan trase baru bisa dimulai.
“Kami berharap kementerian segera memberikan rekomendasi kepada kami. Kami ingin persoalan ini segera diselesaikan secara permanen karena yang paling utama adalah keselamatan masyarakat,” imbuhnya.
“Kami tidak ingin sampai terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang terus mengalami amblas,” pungkas Dony. (Bas)
