Mahasiswa KKN 08 UBK Luncurkan LAMAKOMPOS di Desa Lamajang, Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Mahasiswa KKN 08 UBK Luncurkan LAMAKOMPOS di Desa Lamajang, Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Mahasiswa KKN 08 UBK Luncurkan LAMAKOMPOS di Desa Lamajang, Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. (sumber: Sharla)
0 Komentar

Air cucian beras berfungsi sebagai sumber nutrisi alami yang mengandung pati, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan mikroorganisme pengurai.

EM4 (Effective Microorganisms 4) berfungsi sebagai aktivator yang mengandung mikroorganisme menguntungkan untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik, mengurangi bau, serta meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan.

Sementara itu, molase berfungsi sebagai sumber energi atau makanan bagi mikroorganisme sehingga aktivitas fermentasi berlangsung lebih optimal dan proses pengomposan menjadi lebih cepat.

Baca Juga:Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Wujudkan Desa Sehat dan Mandiri Lewat Program KKN di MandalahajiMahasiswa KKN dan Dosen Bhakti Kencana University Memberikan Edukasi Penanggulangan TB Paru di Desa Lamajang

Pendekatan ini dipilih agar masyarakat dapat mengolah sampah organik secara mandiri dengan biaya yang terjangkau.

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, seluruh komposter yang telah dibuat diserahkan kepada kader RW 20 Desa Lamajang untuk dikelola bersama masyarakat.

Selain itu, mahasiswa KKN juga meluncurkan buku panduan LAMAKOMPOS, panduan praktis yang berisi informasi mengenai pemilahan sampah organik, cara penggunaan rumah komposter, proses pembuatan kompos, pemanfaatan kompos padat dan air lindi, hingga perawatan komposter.

Buku panduan ini disusun agar masyarakat memiliki pedoman yang mudah dipahami sehingga program tetap dapat berjalan dan dikembangkan secara mandiri.

Kegiatan berlangsung dengan antusias, peserta aktif mengikuti sesi penyuluhan, memperhatikan demonstrasi, serta berdiskusi mengenai teknik pengomposan dan pemanfaatan hasil kompos di lingkungan rumah tangga.

Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Melalui inovasi LAMAKOMPOS, mahasiswa KKN Universitas Bhakti Kencana berharap masyarakat Desa Lamajang tidak lagi memandang sampah organik sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna.

Baca Juga:Remaja Ceria Tingkatkan Pengetahuan Pencegahan Anemia pada Siswa Kelas IX SMPN 1 RancabaliDosen dan Mahasiswa Bhakti Kencana University Perkuat Edukasi Kesehatan Melalui Gerakan "SATE PADANG"

Kehadiran rumah komposter, buku panduan, serta pendampingan kepada masyarakat diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah organik yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

0 Komentar