Antisipasi El Nino, Pemkab Bandung Barat Siapkan Langkah Hadapi Ancaman Kekeringan Sawah

Antisipasi El Nino, Pemkab Bandung Barat Siapkan Langkah Hadapi Ancaman Kekeringan Sawah
Ilustrasi: Keterbatasan pasokan air mulai dirasakan petani di Kabupaten Bandung Barat seiring meningkatnya potensi kekeringan pada musim kemarau. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026 setelah 2.577 hektare area persawahan diprediksi berpotensi mengalami kekeringan akibat fenomena El Nino.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat Lukmanul Hakim mengatakan, potensi kekeringan tersebut tersebar di 13 kecamatan, yakni Cipatat, Gununghalu, Cihampelas, Cipeundeuy, Rongga, Cipongkor, Cililin, Batujajar, Padalarang, Sindangkerta, Saguling, Cikalongwetan, dan Ngamprah.

“Hasil pendataan kami menunjukkan sekitar 2.577 hektare sawah berpotensi mengalami kekeringan. Karena itu, langkah antisipasi sudah disiapkan sejak dini agar dampaknya terhadap produksi pertanian dapat diminimalkan,” kata Lukmanul, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga:Hadapi Ancaman El Nino, Bupati Bogor Minta Seluruh OPD Bergerak CepatBPBD Bogor: Dampak El Nino 2026 Belum Separah 2023, Baru 10 Titik Ajukan Bantuan Air Bersih

Ia menjelaskan, Kabupaten Bandung Barat memiliki luas lahan baku sawah mencapai 18.093,77 hektare yang terdiri atas 3.737,43 hektare sawah irigasi teknis dan 14.356,34 hektare sawah nonirigasi.

Menurutnya, potensi kekeringan dipicu prakiraan BMKG terkait fenomena El Nino yang menyebabkan berkurangnya curah hujan. DKPP pun melakukan pendataan wilayah rawan, termasuk mengecek kondisi jaringan irigasi, ketersediaan air tanah maupun air permukaan, serta sarana dan prasarana pengairan yang sudah ada maupun yang masih dalam tahap pembangunan.

“Kami menginventarisasi kondisi irigasi, sumber air, hingga fasilitas pendukung pertanian agar penanganan di wilayah yang berpotensi terdampak bisa dilakukan secara tepat,” ujarnya.

Lukman mengatakan, Kabupaten Bandung Barat memiliki empat daerah irigasi kewenangan Provinsi Jawa Barat dengan luas layanan 2.376 hektare serta 25 daerah irigasi kewenangan kabupaten seluas 2.690,80 hektare. Dari total 224 jaringan irigasi, sebanyak 79 dalam kondisi baik, 99 rusak ringan, dan 46 rusak berat.

Untuk mengantisipasi kekeringan, DKPP mengoptimalkan berbagai sarana pengairan, di antaranya 205 unit pompa air, 68 unit irigasi perpompaan, 10 unit irigasi perpipaan, 12 sumur dangkal, 59 sumur dalam, empat bangunan konservasi, dan 10 kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT).

“Kami juga telah menyalurkan 157 unit pompa air bantuan APBN di 13 kecamatan serta melanjutkan pembangunan berbagai infrastruktur irigasi. Upaya ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian selama musim kemarau,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar