JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat dampak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino pada 2026 masih lebih ringan dibandingkan periode yang sama pada 2023.
Hingga akhir Juni, permohonan bantuan air bersih baru tercatat di 10 titik, dengan Kecamatan Nanggung menjadi wilayah yang paling terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam, mengatakan berdasarkan data BPBD, peningkatan dampak kekeringan tahun ini belum sebesar yang sempat dikhawatirkan, meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus mendatang.
Baca Juga:Mahasiswa Tasikmalaya Soroti Gelombang Aksi Pendukung MBG dan Sesalkan Sikap PemkabRibuan Massa GEMP4R Dukung Program Strategis Nasional, Wabup Pastikan Pemkab Tasikmalaya Beri Dukungan
“Kalau melihat data BPBD pada periode yang sama, kondisi tahun ini jauh lebih landai dibandingkan 2023, sampai akhir Juni baru ada sekitar 10 titik permohonan air bersih, sedangkan pada 2023 jumlahnya sudah jauh lebih banyak,” ujar Adam, Selasa (30/6).
Menurutnya, permohonan bantuan air bersih paling banyak berasal dari Kecamatan Nanggung, khususnya di Desa Parakan Muncang. Selain wilayah barat Kabupaten Bogor, beberapa titik di wilayah timur juga mulai terdampak kekeringan, meski jumlahnya masih relatif terbatas.
Adam menegaskan, kondisi kekeringan di Kabupaten Bogor belum separah yang terjadi di sejumlah daerah maupun negara lain akibat fenomena El Nino. Hingga kini, dampak kekeringan belum meluas dan tidak menimbulkan korban jiwa.
“Di Kabupaten Bogor belum sampai separah itu. Dampaknya baru terjadi di beberapa wilayah, belum meluas, dan yang paling penting sampai saat ini tidak ada korban jiwa,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta meminta para petani menyesuaikan jadwal tanam dan panen dengan kondisi cuaca selama musim kemarau.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD tetap menyiapkan distribusi air bersih bagi wilayah yang mengalami kekeringan. Penyaluran bantuan dilakukan setelah pemerintah desa atau kecamatan mengajukan permohonan secara resmi.
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Bogor juga telah menyalurkan 25 toren air berkapasitas 8.000 liter ke sejumlah desa di Kecamatan Jasinga dan Jonggol sebagai bagian dari upaya mitigasi menghadapi musim kemarau.
