Selain melalui festival, Pemkab juga akan terus mengampanyekan penggunaan Batik Sukapura dalam berbagai kegiatan resmi sebagai bentuk promosi produk lokal.
“Itu adalah mengkampanyekan produk lokal Tasikmalaya di lokal, di nasional, juga di global,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Tasikmalaya juga berencana membangun Sentra Batik Sukapura di Kecamatan Sukaraja. Lokasi tersebut dipilih karena berada di jalur strategis yang dilalui wisatawan menuju kawasan wisata religi Pamijahan, sehingga diharapkan menjadi pusat promosi sekaligus destinasi belanja batik bagi para pengunjung.
Baca Juga:Pengemudi Pikup yang Ngamuk Usai Terjun ke Kebun Teh Sampaikan Permintaan Maaf dan Akui KhilafDi Usia ke-394, Pemkab Tasikmalaya Tancap Gas Wujudkan 13 Program Prioritas Meski Dihadapkan Keterbatasan
“Sukaraja ini kan lintasan, ada wisata religi ke Pamijahan, bisa jadi nanti dalam salah satu perjalanan itu, di situ menjadi salah satu transitnya,” ujar Cecep.
Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan Batik Sukapura terlihat dari keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Jayantara Priangan Timur 2026. Mulai dari pelaku usaha kreatif lokal, seperti Seven Barber, hingga para model dari dalam dan luar negeri ikut ambil bagian mempromosikan batik khas Tasikmalaya.
Menurut Asep, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan Batik Sukapura bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.
Ke depan, Pemkab Tasikmalaya juga akan mengintensifkan pelatihan bagi para perajin batik serta memperbanyak gerai pemasaran agar Batik Sukapura semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kita sudah punya modal, anak muda kita suka dan bangga mengenakan Batik Sukapura. Makanya kita bertekad untuk terus memajukannya,” kata Asep, Selasa (28/7/2026). (Hendi)
Reporter: Hendi
