Hilman Rasyid Pimpin Pemuda PERSIS, Usung "Panca Jihad" Hadapi Disrupsi Digital

Pemuda Persis
SAMBUTAN: Ketua Umum PP Pemuda PERSIS Hilman Rasyid berikan sambutan pada pelantikan Tasykil dan Lembaga Masa Jihad 2026–2031 di Kota Bandung.(istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lagu Indonesia Raya baru saja usai. Di Aula lantai tiga Kantor Pimpinan Pusat Persatuan Islam, Bandung, nama-nama pengurus baru mulai dipanggil. Tepuk tangan terdengar singkat ketika surat keputusan berpindah tangan. Prosesi itu hanya berlangsung beberapa menit. Namun pekerjaan yang menunggu para pengurus baru akan berlangsung lima tahun.

Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (Pemuda PERSIS) resmi mengukuhkan Tasykil dan Lembaga Masa Jihad 2026–2031. Pergantian kepengurusan itu datang ketika organisasi kepemudaan Islam menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding satu dekade lalu: disrupsi teknologi, perubahan perilaku generasi muda, hingga derasnya arus informasi digital.

Ketua Umum PP Pemuda PERSIS Hilman Rasyid mengatakan organisasi tidak cukup hanya menjaga tradisi. Menurut dia, dakwah harus bergerak mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan fondasi ideologis.

Baca Juga:Era AI Datang, AP2TPI Tegaskan Psikologi Tak Boleh Kehilangan Nilai KemanusiaanLaba Meningkat, Aset BPR LPM Tembus Rp113 Miliar

”Pemuda PERSIS harus melakukan pembaruan yang komprehensif untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi, krisis moralitas digital, serta ketimpangan sosial-ekonomi tanpa mereduksi akar ideologis perjuangan,” kata Hilman dalam pidato perdananya.

Karena itu, kepengurusan baru membawa kerangka kerja yang dinamai Panca Jihad. Lima agenda tersebut meliputi transformasi digital organisasi, penguatan kaderisasi ulama dan intelektual, pengembangan dakwah berbasis data, pembangunan ekosistem ekonomi kader melalui Badan Usaha Milik Jam’iyyah (BUMJ) dan Himpunan Pengusaha Persatuan Islam (HIPPI), serta memperluas diplomasi dan jejaring kebangsaan.

Bagi Hilman, perubahan itu bukan sekadar menyusun program baru. Yang ingin dibangun ialah organisasi yang lebih responsif terhadap perubahan sosial sekaligus mampu melahirkan kader dengan kompetensi yang lebih luas.

”Pengukuhan tasykil ini membentuk barisan pengurus yang responsif, berdedikasi tinggi, dan terkualifikasi,” ujarnya.

Namun, Ketua Umum PP PERSIS KH Jeje Zaenudin mengingatkan bahwa pembaruan organisasi tidak akan berarti tanpa integritas para pengurusnya.

Dalam taujihnya, KH Jeje mengutip Surah Al-Baqarah ayat 134 dan 141 sebagai pengingat bahwa setiap generasi memikul tanggung jawab atas amalnya sendiri.

”Setiap generasi kepemimpinan memiliki panggung sejarah dan beban tanggung jawab amalnya masing-masing,” katanya.

Baca Juga:DPRD Soroti Wacana Pengisian Jabatan Strategis oleh Pejabat Luar Daerah"Tong Kalap, Tong Nyesa" Jadi Jurus Bandung Melawan Sampah Makanan

Ia kemudian mengingatkan para pengurus agar tidak sekadar mewarisi kebesaran organisasi.

0 Komentar