JABAR EKSPRES – Pemerintah tengah berupaya mencari solusi terbaik terhadap nasib Bandara Kertajati buntut reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Solusinya adalah pusat industri pertahanan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, sudah ada kesepakatan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah terkait reaktivasi Bandara Husein.
“Pemerintah Pusat bersama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sepakat untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein untuk melayani penerbangan domestik,” katanya, di Bandung, Rabu (22/7).
Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air
Dudy melanjutkan, selain soal penerbangan domestik, jangka berikutnya juga soal penerbangan Internasional.
“Tadi Pak Gubernur menyampaikan bahwa akan segera mengirimkan surat untuk meminta Bandara Husein juga melayani penerbangan internasional,” cetusnya.
Namun Dudy menegaskan bahwa nasib Bandara Kertajati juga tidak akan dikesampingkan.
“Pak Gubernur juga sudah berbicara dengan Pemerintah Pusat bagaimana menyikapi Bandara Kertajati berkaitan dengan pembukaan kembali Bandara Husein. Dan saya yakin Pemerintah Jawa Barat maupun Pemerintah Pusat akan memikirkan yang terbaik untuk Bandara Kertajati,” katanya.
Gubernur Dedi Mulyadi menambahkan, komunikasi dengan pemerintah pusat itu juga masih terus berlangsung.
“Kami memang terus melakukan pembicaraan, termasuk dengan Pak Presiden waktu di Karawang, bahwa kami berharap Bandara Kertajati itu menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri,” jelasnya.
Dedi Mulyadi menguraikan, konsepnya nanti seluruh Industri pertahanan dalam negeri akan berputar di Kertajati, misalnya dari PTDI maupun Pindad.
Baca Juga:Kurangi Sampah Plastik, ITB Olah Styrofoam Jadi Perekat Bernilai EkonomiPemkab Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Kekeringan, Lintas Sektor Disiagakan Hadapi Meluasnya Dampak Kemarau
Upaya itu juga telah berproses, terbaru misalnya, BIJB Kertajati juga telah teken MoU dengan PTDI beberapa waktu lalu. (son)
