“Kami tidak minta yang muluk-muluk. Yang penting masyarakat bisa kembali merasa aman. Kalau patroli lebih sering dilakukan, menurut saya pelaku juga akan berpikir dua kali untuk beraksi,” ucapnya.
Sementara itu, seorang pengemudi ojek daring, Andri Saputra (31), mengaku perubahan situasi tersebut sangat dirasakan oleh para pekerja yang menggantungkan penghasilan pada aktivitas malam hari.
Menurutnya, kini banyak rekan sesama pengemudi yang memilih berhenti lebih awal dibandingkan sebelumnya karena khawatir menjadi korban kejahatan.
Baca Juga:16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter AirKurangi Sampah Plastik, ITB Olah Styrofoam Jadi Perekat Bernilai Ekonomi
“Biasanya saya narik sampai jam satu atau dua pagi. Sekarang paling mentok jam sebelas malam sudah pulang. Kalau dapat order ke jalan yang sepi atau daerah yang minim penerangan, saya sering batalkan. Cari nafkah memang penting, tapi keselamatan jauh lebih penting,” katanya.
Andri berharap pemerintah bersama kepolisian dapat memperbanyak patroli rutin, terutama di titik-titik yang selama ini dianggap rawan.
“Kalau masyarakat melihat polisi sering berpatroli, otomatis rasa aman juga akan kembali. Sekarang yang dirasakan justru banyak orang takut keluar malam,” ujarnya.
Keresahan warga muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap sejumlah kasus begal dan kriminalitas jalanan yang terjadi di berbagai wilayah Kota Bandung.
Beberapa kejadian bahkan terekam kamera pengawas maupun telepon genggam warga dan beredar luas di media sosial, sehingga memunculkan persepsi bahwa tindak kejahatan semakin meningkat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bandung sebelumnya mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya menekan angka kriminalitas, tetapi juga mengembalikan rasa aman masyarakat.
Pemerintah bersama aparat kepolisian berkomitmen memperkuat patroli, meningkatkan pengawasan di kawasan rawan, memperbaiki penerangan jalan umum, serta mengoptimalkan peran kewilayahan untuk mencegah terjadinya aksi kriminal.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Kekeringan, Lintas Sektor Disiagakan Hadapi Meluasnya Dampak KemarauDipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah Sekolah
Warga berharap berbagai langkah tersebut dapat segera memberikan dampak nyata. Sebab bagi mereka, rasa aman merupakan kebutuhan dasar yang harus dirasakan setiap orang, kapan pun dan di mana pun, termasuk saat beraktivitas pada malam hari di Kota Bandung. (Dam)
