TMA Bendung Katulampa 0 Sentimeter, Warga Bogor Mulai Kesulitan Air hingga Sumur Mengering

Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa di Kecamatan Bogoe Timur, Kota Bogor, masih bertahan di angka 0 sentim
Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa di Kecamatan Bogoe Timur, Kota Bogor, masih bertahan di angka 0 sentimeter pada Sabtu siang (18/7/2026). Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

“Nyuci juga jadinya di itu namanya di kali baru, airnya ya lumayan bersih lah walaupun enggak bersih banget tapi lumayan. Soalnya kalau minta tambahan air ke adik, enggak enak juga. Kalau pake air PAM gitu, sayang sih uangnya kan harus bayar setiap bulan ya, beli air isi ulang juga sayang kalau buat nyuci mah,” ungkapnya.

Kondisi serupa dialami warga lainnya, Ujang (64). Selama sekitar dua pekan terakhir, sumur di rumahnya juga mengering sehingga ia harus memanfaatkan air dari rumah adiknya yang berjarak sekitar 200 meter.

“Kalau sumur kering ya susah. Enggak leluasa mau ngapa-ngapain, harus ke rumah adik. Kalau subuh sakit perut juga larinya ke sana,” ucap Ujang.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Kekeringan, Lintas Sektor Disiagakan Hadapi Meluasnya Dampak KemarauDipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah Sekolah

Selain menumpang mandi dan mencuci di rumah sang adik, Ujang juga membeli air isi ulang untuk kebutuhan minum dan memasak.

Ia bahkan harus menunggu sekitar dua hingga tiga jam untuk mengisi dua hingga tiga ember berukuran delapan liter karena aliran air dari keran yang terhubung ke sumur sangat kecil.

Air tersebut pun hanya cukup untuk kebutuhan yang sangat terbatas.

Ujang mengaku dirinya belum berminat memasang sambungan air perpipaan karena mempertimbangkan biaya langganan.

“Sehari beli empat galon. Itu buat dua hari, untuk minum sama masak. Kalau mengandalkan air dari sumur, susah. Jadi kalau untuk minum masak ya mau enggak mau ya beli. Kalau beli air isi ulang kan enggak semahal bayar air PAM setiap bulan, lagian beli air gini kalau lagi minim air di sumur aja kok pas kemarau doang biasanya,” tuturnya.

0 Komentar