Komnasdik: Transformasi Digital Jadi Kunci Lahirkan Generasi Emas, Guru Diminta Terus Berinovasi

Komnasdik: Transformasi Digital Jadi Kunci Lahirkan Generasi Emas, Guru Diminta Terus Berinovasi
Komnasdik: Transformasi Digital Jadi Kunci Lahirkan Generasi Emas, Guru Diminta Terus Berinovasi
0 Komentar

“Sekarang di alam global ini kita tidak bisa menghindari diri dari keberadaan transformasi digital. Pembelajaran digital harus menjadi bagian dari kemajuan pendidikan Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Asep Sukmana, menilai pembangunan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, ia menegaskan peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat diwujudkan hanya melalui peran pemerintah semata.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi faktor penting untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi Jawa Barat.

Baca Juga:Dispusipda Jabar Genjot Peningkatan Kemampuan Literasi MasyarakatBPJS Kesehatan Beri Penghargaan Kepada Badan Usaha Yang Patuh Regulasi JKN

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Kehadiran Komnasdik sangat dibutuhkan untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan di bidang pendidikan,” kata Asep.

Ia menambahkan, tantangan pembangunan di Jawa Barat tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga menyangkut persoalan kemiskinan, pengangguran, kesehatan masyarakat, hingga rendahnya tingkat literasi di sejumlah wilayah.

Karena itu, Asep berharap perguruan tinggi dapat menghadirkan berbagai program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Salah satunya melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang diarahkan untuk membantu penyelesaian berbagai persoalan strategis di daerah.

“Program-program perguruan tinggi ke depan diharapkan berbasis pada persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Jawa Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional Pendidikan 2026, Dr. Drajat, mengatakan transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Teknologi kini mengubah cara belajar, mengajar, berkolaborasi, hingga melahirkan berbagai inovasi pembelajaran yang lebih efektif dan fleksibel.

Meski demikian, menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai dasar pendidikan. Pendidikan tetap harus menjadikan karakter, etika, serta nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa.

“Transformasi digital telah mengubah cara kita belajar, mengajar, berkolaborasi, dan berinovasi. Namun di tengah perubahan tersebut, pendidikan tetap harus berpijak pada nilai-nilai karakter, etika, dan kemanusiaan sebagai pondasi utama dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

0 Komentar