Tak Diangkut ke Sarimukti, Ini Alasan Ratusan Ton Sampah di Jembatan Ciganitri Ditimbun Tanah

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Abdul Wahid Fauzy saat ditemui, Jumat
Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Abdul Wahid Fauzy saat ditemui, Jumat (17/7/2026). Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

Ia menambahkan, persoalan terbesar bukan hanya pada banyaknya volume sampah, tetapi juga karena seluruh sampah telah bercampur sehingga sulit dimanfaatkan kembali.

“Musuh terbesar kami itu sebenarnya sampah campur. Kalau sejak awal sampah dipilah dari rumah, pengelolaannya jauh lebih mudah, baik untuk RDF maupun pengolahan di fasilitas yang sedang dipersiapkan seperti Legok Nangka,” ujarnya.

Karena itu, DLH mendorong masyarakat mulai membiasakan memilah sampah dari sumbernya. Menurut Wahid, hanya sekitar 20 persen sampah yang seharusnya menjadi residu dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan

“Kami berharap masyarakat membangun kesadaran bersama. Jangan sampai sampah yang keluar dari rumah itu tercampur. Itu menjadi kunci agar pengelolaan sampah ke depan lebih efektif,” pungkasnya.

0 Komentar