“Tagana siap mendukung pemerintah daerah. Ketika ada laporan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih, kami siap bergerak bersama Dinas Sosial dan instansi lainnya untuk membantu penanganan di lapangan,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, juga menjelaskan kondisi kerawanan kekeringan berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Tasikmalaya 2025–2029.
Ia menjelaskan bahwa kekeringan merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang hampir setiap tahun terjadi saat musim kemarau, terutama ketika curah hujan berada di bawah normal dalam waktu yang cukup lama.
Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan
Wilayah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pertanian tadah hujan, beberapa diantaranya seperti Kecamatan Karangnunggal, Cikatomas dan Bantarkalong, menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan yang relatif tinggi.
Dampak kekeringan tidak hanya menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih, tetapi juga mengganggu lahan pertanian, menyulitkan pemenuhan kebutuhan air ternak, hingga meningkatkan kebutuhan distribusi air bersih bagi masyarakat.
Sebagai upaya mitigasi, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air secukupnya, menjaga kelestarian sumber mata air dan lingkungan, serta segera melaporkan apabila mulai terjadi kekurangan air di wilayahnya.
BPBD juga telah menetapkan mekanisme penyaluran bantuan air bersih. Masyarakat terlebih dahulu melaporkan kondisi kekeringan kepada pemerintah desa.
Selanjutnya pemerintah desa mengajukan surat permohonan distribusi air bersih yang diketahui camat dan ditujukan kepada Bupati Tasikmalaya melalui BPBD.
Surat tersebut harus memuat lokasi terdampak, jumlah kepala keluarga dan jiwa terdampak, serta kondisi lahan pertanian maupun sumber air di wilayah tersebut.
Setelah permohonan diterima, BPBD melakukan verifikasi, menginput data, menyusun jadwal pengiriman, hingga melaksanakan pendistribusian air bersih berdasarkan urutan surat yang masuk. Mekanisme ini disiapkan agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan.
Baca Juga:KNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi PrioritasBawa Nama Polda Jabar, Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Briptu Dhiva Persembahkan Emas Kapolri Cup 2026
Dengan kesiapsiagaan yang terus diperkuat sejak dini, Pemkab Tasikmalaya berharap dampak kekeringan selama musim kemarau 2026 dapat ditekan semaksimal mungkin melalui kolaborasi seluruh unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat. (Hendi)
