JABAR EKSPRES – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjar melakukan razia dan penggeledahan di kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Tim gabungan yang dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) ini mengerahkan staf KPLP serta staf Kamtib. Sebelum bertindak, seluruh petugas menerima pengarahan teknis agar pelaksanaan razia berjalan teliti dan sesuai prosedur.
Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan
Razia yang digelar ini bertujuan untuk mendukung Program Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, Narkotika). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk membangun budaya tertib dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di dalam lingkungan Lapas Banjar.
“Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga melanggar aturan. Barang-barang yang diamankan antara lain empat alat cukur, satu korek api gas, satu gelas aluminium, dan satu sendok. Meskipun tidak ditemukan narkotika, ponsel, atau senjata tajam, kami tetap menyita barang-barang tersebut karena dinilai berpotensi disalahgunakan dan mengganggu keamanan,” kata Tutut Prasetyo, Kamis (16/7/2026).
Seluruh temuan ini akan diinventarisasi dan dilaporkan kepada Kepala Lapas Banjar sebagai bahan evaluasi. Barang-barang tersebut rencananya akan dimusnahkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menegaskan bahwa razia akan terus digalakkan. Menurutnya, kegiatan ini adalah komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
“Razia ini adalah langkah nyata dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan kamtib sejak dini. Kami tidak memberi ruang bagi barang-barang terlarang di Lapas,” tegas Tutut.
Ia pun mengingatkan seluruh jajaran petugas untuk selalu waspada dan bekerja dengan integritas. Pengawasan yang ketat dan sinergi yang kuat diharapkan mampu mewujudkan Lapas Banjar yang bebas dari handphone, pungli, dan narkotika.
“Kami optimistis dengan pengawasan ketat dan sinergi seluruh petugas, Lapas Banjar akan tetap aman dan tertib,” pungkasnya. (CEP)
