​JABAR EKSPRES — Peta persaingan cabor futsal di ajang Campus League regional Bandung berlangsung sengit dan penuh kejutan. Sang juara bertahan musim lalu, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, kini harus berjuang keras di posisi second runner-up usai mengalami perubahan kedalaman skuad.
Head of Competition Campus League, Dave Leopold, mengungkapkan bahwa keunikan kompetisi antar-kampus terletak pada peta kekuatan yang terus berubah setiap tahunnya akibat rotasi dan regenerasi pemain.
​”Di Campus League, peta kekuatan per tahun pasti berbeda karena rata-rata pemain kuncinya sudah lulus. Tahun lalu mungkin menjadi golden moment bagi UIN, tetapi tahun ini komposisi pemain mereka sudah banyak berubah,” ujar Dave di GOR ITB Jatinangor, Jumat (6/11/26).
Baca Juga:Apresiasi Loyalitas Karyawan, Skinsol Group Berangkatkan 20 Insan Terbaik ke Tanah SuciPesta Gol Atas Australia, MilkLife Kickers Petik Pelajaran Berharga di Laga Kontra Tuan Rumah Singa Cup 2026
​Beban Berat Jersey Ber-Patch Emas
​Sebagai juara bertahan sekaligus penyandang status juara nasional 2025, UIN menanggung beban psikologis yang tak ringan. Dave menuturkan, status tersebut tercermin dari patch emas yang menempel di jersey mereka.
​”Secara skuad, UIN memang tidak sekuat dulu karena beberapa pemain sudah lulus atau dipanggil ke tim profesional. Namun, secara beban mereka sangat berat karena satu-satunya tim yang mengenakan patch warna emas. Semua mata tertuju ke mereka,” jelasnya.
​Dave juga menekankan pentingnya manajemen regenerasi bagi setiap tim peserta agar keberlanjutan prestasi tidak terputus saat para pemain senior menyelesaikan masa studinya.
​Rivalitas Gengsi Tiga Perguruan Tinggi
Persaingan di kategori putra Bandung kini didominasi oleh rivalitas ketat antara tiga perguruan tinggi: UPI, STKIP, dan UIN. Ketiganya menyajikan variasi taktik yang beragam, mulai dari pola penyerangan, pertahanan, hingga strategi rotasi pemain.
​”Tiga kampus ini saling mengalahkan. Yang membuat rivalitas mereka semakin panas adalah faktor gengsi,” tambah Dave.
Sementara itu, di kategori putri, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) masih tampil dominan dan sulit ditandingi, disusul perlawanan sengit dari STKIP serta kejutan dari Universitas Siliwangi (Unsil).
​Sistem Seding dan Pembagian Jatah Kuota Nasional
​Menjelang babak Nasional yang dijadwalkan mulai 24 November mendatang, panitia menetapkan sistem seeding khusus untuk cabor futsal. Dua tim finalis nasional tahun lalu, yakni UIN dan UNY, dipastikan terpisah di grup yang berbeda (seeded), sementara tim lain akan ditentukan melalui drawing terbuka.
