JABAR EKSPRES — Persib Bandung tak ingin menyia-nyiakan masa pramusim. Di balik intensitas latihan yang terus meningkat, Maung Bandung tengah membangun fondasi permainan sekaligus mempercepat proses adaptasi skuad baru jelang tampil di Piala Presiden.
Gelandang senior Persib, Dedi Kusnandar, menegaskan seluruh pemain saat ini fokus menjalani setiap tahapan program yang telah disusun tim pelatih.
Baginya, pramusim bukan sekadar mengembalikan kebugaran, tetapi juga membentuk identitas permainan tim.
Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan
“Ini bagian dari persiapan pramusim. Kami menjalani semuanya secara bertahap sesuai instruksi tim pelatih untuk menghadapi Piala Presiden,” kata Dedi.
Meski berstatus turnamen pramusim, Dedi memastikan Persib tetap membawa ambisi besar.
Menurutnya, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk membangun mental juara sekaligus memburu hasil terbaik.
“Kami semua tahu targetnya adalah meraih hasil yang maksimal. Itu yang ingin kami capai bersama,” ujarnya.
Selain mematangkan aspek teknis, Persib juga tengah menyatukan chemistry setelah kedatangan sejumlah pemain baru.
Situasi tersebut bukan hal baru bagi Dedi yang telah lama menjadi bagian dari skuad Maung Bandung.
Ia menyebut para pemain senior memiliki tanggung jawab membantu rekan-rekan barunya agar segera memahami karakter tim.
Baca Juga:KNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi PrioritasBawa Nama Polda Jabar, Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Briptu Dhiva Persembahkan Emas Kapolri Cup 2026
Adaptasi, menurutnya, tidak hanya dibangun di lapangan latihan, tetapi juga melalui komunikasi yang intens di luar lapangan.
“Semua pemain baru kami sambut dengan baik. Kami banyak berbicara, baik saat latihan maupun di ruang ganti. Kami juga mengenalkan budaya Persib agar mereka bisa lebih cepat beradaptasi,” tutur pemain berusia 34 tahun itu.
Bagi Dedi, kekompakan tim lahir dari komunikasi yang kuat. Semakin cepat para pemain baru menyatu, semakin mudah Persib membangun permainan sesuai keinginan pelatih.
Di sisi lain, Dedi juga menanggapi santai kepergian beberapa rekan dekat yang kini memperkuat klub lain.
Ia menilai perpindahan pemain merupakan bagian dari dinamika sepak bola profesional yang tak bisa dihindari.
“Dulu kami duduk bersama di ruang ganti, sekarang hanya seragamnya yang berbeda. Itu hal yang biasa dalam sepak bola dan menjadi pengalaman bagi saya maupun tim,” ucapnya.
