MATAMUDA MTs Negeri Cimahi Fokus Bentuk Karakter Anti Bullying dan Kurikulum Berbasis Cinta

MATAMUDA MTs Negeri Cimahi Fokus Bentuk Karakter Anti Bullying dan Kurikulum Berbasis Cinta
Siswa Baru di MtsN Cimahi saat Mengikuti Matamuda Tahun Pelajaran 2026/2027 (Mong)
0 Komentar

Ade menjelaskan, proses adaptasi siswa dari jenjang sekolah dasar menuju madrasah tsanawiyah menjadi salah satu materi penting selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, sistem pembelajaran di kedua jenjang memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

“Sementara kalau di Tsanawiyah atau di SMP, satu guru satu mata pelajaran. Jadi, pengenalan kurikulumnya juga, selain tadi pengenalan lingkungan, pengenalan guru-gurunya, mata pelajarannya, tata tertibnya, keseluruhan kaitan dengan sekolah barunya,” tutur Ade.

Ia berharap setelah mengikuti rangkaian MATAMUDA, seluruh peserta memiliki kesiapan mental maupun akademik sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga:Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak DiniEkspor Satu Pintu Diklaim Mampu Dongkrak Harga Komoditas dan Pendapatan Petani?

Selain pengenalan lingkungan, tahun ini panitia menambahkan satu hari khusus untuk pentas kreasi seni yang melibatkan seluruh siswa baru.

Ade mengatakan, penambahan agenda tersebut merupakan bagian dari upaya mengenalkan identitas madrasah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap almamater sejak dini.

“Tentunya dengan memakai aksesori-aksesori sesuai dengan kelasnya. Di mana masing-masing kelas itu adalah nama-nama provinsi dari Indonesia. Selain mereka diaksesorisi dengan wilayahnya, mereka juga menyanyikan lagu, salah satunya lagu mars madrasah tersebut, termasuk lagu KBC,” ungkap Ade.

“KBC itu lagunya di Kementerian Agama. Nah, mereka itu dilombakan juga,” sambungnya.

Ade menuturkan, secara umum tujuan MATAMUDA adalah memperkenalkan lingkungan belajar baru sekaligus membantu peserta didik mengenali diri dan kehidupan sosialnya agar mampu beradaptasi dengan lebih cepat.

“Agar setiap siswa-siswi baru itu memiliki kesiapan mental, mengurangi rasa cemas dan agar dapat mudah menyesuaikan diri dalam mengikuti proses pembelajaran selanjutnya,” cetusnya.

Lebih jauh, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menanamkan kebanggaan terhadap madrasah, memahami nilai-nilai yang dijunjung lembaga pendidikan, serta membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Baca Juga:Manfaatkan Perjanjian Dagang, Mendag Dorong Ekspor Industri Padat Karya Tagana Kabupaten Tasik Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Cibalanarik

“Juga mewujudkan madrasah yang aman, nyaman, dan menyenangkan dengan pendekatan nilai-nilai modernisasi beragama, menumbuhkan budaya dan jiwa inklusif, ramah, anti kekerasan, dan bullying, anti pelecehan seksual, dan menghargai harkat martabat kemanusiaan,” tegas Ade.

Pada pelaksanaan MATAMUDA tahun ini, MTs Negeri Cimahi juga mulai mengenalkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui konsep Panca Cinta yang diterapkan di luar proses pembelajaran di kelas.

0 Komentar