JABAR EKSPRES – Pemerintah terus memperluas jaringan Kios Pangan di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, mengatakan Kios Pangan dirancang agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok berkualitas dengan harga yang wajar serta pasokan yang tetap tersedia.
Baca Juga:Platform Digital Terintegrasi Dinilai Jadi Kunci Jaga Daya Saing Ekspor Sawit IndonesiaTasik Hejo Gandeng Sekolah Alam Hayati, Pemkab Siapkan Gerakan Penghijauan Berbasis Desa
Menurutnya, Kios Pangan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan bahan pangan, tetapi juga menjadi simpul distribusi yang mendekatkan pasokan pangan kepada masyarakat. Melalui skema ini, pemerintah berharap gejolak harga di tingkat konsumen dapat ditekan secara lebih efektif.
“Kios Pangan dikembangkan untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang wajar, kualias yang baik, dan pasokan yang tersedia,” kata Maino dikutip dari ANTARA, Selasa (14/7).
Selain memberikan pilihan belanja yang lebih hemat, keberadaan Kios Pangan juga membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pemilik warung.
Mereka dapat memperoleh pasokan bahan pangan dengan harga yang lebih kompetitif sehingga meningkatkan daya saing usahanya.
Hingga Juli 2026, Bapanas telah mengembangkan 2.987 unit Kios Pangan yang tersebar di 35 provinsi dan 160 kabupaten/kota. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.
Program Kios Pangan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional, melengkapi berbagai program lain seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bantuan pangan.
“Karena itu kami terus melakukan pengembangan dengan mengajak stakeholders terkait baik pemasok pangan non-pangan dan Himbara dalam mendukung permodalan agar program ini berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Maino.
Baca Juga:Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD KHZ Musthafa Perkuat Kompetensi SDM Jelang AkreditasiPertanian Dipercepat, Mentan Siapkan Tambahan Anggaran untuk Perluas Program Petani
Pengembangan Kios Pangan juga didukung oleh kondisi cadangan pangan nasional yang semakin kuat. Saat ini pemerintah memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah melampaui 5 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
