JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi (Pemprov) memberi kesempatan mahasiswa praktik untuk mengajar langsung ke sejumlah sekolah di Jawa Barat. Setidaknya ada 1.147 mahasiswa dilibatkan dalam program itu.
Kolaborasi antara Pemprov Jabar dengan perguruan tinggi yang dibalut dalam Program Probidik GEMA Jawa Barat tersebut resmi disepakati pada Senin (13/7/2026).
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menguraikan, program kolaborasi itu menjadi kesempatan emas bagi para mahasiswa ilmu pendidikan untuk terjun secara langsung, dan mengajar di sekolah yang tersebar di Jabar.
Baca Juga:Guru PPPK di Ciamis Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Pengaku Wartawan, Kasus Dilaporkan ke PolresTunjangan Guru Naik, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Minta Guru Pastikan Data Dapodik Valid
Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan merupakan bekal penting bagi calon pendidik, faktornya akan jauh beda dengan kondisi di dalam kelas atau bangku perkuliahan.
“Jadi ngajar langsung itu akan membentuk kepekaan, kepemimpinan, serta kemampuan memahami karakter peserta didik. Faktor itu tidak diperoleh hanya dari pembelajaran di ruang kelas,” katanya.
Dedi Mulyadi melanjutkan, praktek langsung itu juga jadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengenal Jawa Barat secara luas. “Mahasiswa harus hadir hingga ke pelosok, ke kampung, pesisir, pegunungan, dan berbagai daerah lainnya. Di sanalah pendidikan harus benar-benar dirasakan masyarakat,” sebutnya.
Kadisdik Jabar Purwanto menambahkan, Program Probidik GEMA Jawa Barat hadir sebagai solusi untuk membantu pemenuhan layanan pembelajaran di sekolah yang masih mengalami kekurangan guru.
Setidaknya ada 1.147 mahasiswa UPI yang terlibat. Mereka akan diterjunkan di 364 satuan pendidikan di Jawa Barat. Itu terdiri dari 230 SMA, 116 SMK, dan 18 SLB. “Mereka praktek selama enam bulan,” cetusnya.
Purwanto melanjutkan, selama masa penugasan, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Mulai dari menyusun perencanaan pembelajaran, melaksanakan proses belajar mengajar hingga melakukan evaluasi pembelajaran bersama guru di sekolah.
“Kami harap ide ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah, tetapi juga membentuk calon guru yang memiliki pengalaman empiris,” katanya. (son)
