Multi-Omics Dorong Terobosan Kesehatan Presisi dan Ketahanan Pangan Nasional

IC-OMICS 2026
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama para narasumber mengenalkan musik angklung dalam acara IC-OMICS 2026 yang digelar SITH ITB di Aula Barat ITB, Rabu (8/7/2026).
0 Komentar

Konferensi ini menghadirkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai salah satu keynote speaker. Selain itu, hadir pula Prof. Tamas Dalmay dari University of East Anglia, Inggris, yang ahli RNA biology, serta pembicara dari Universitas Osaka Jepang, Universiti Malaya Malaysia, dan National Cheng Kung University Taiwan.

Popi menyatakan bahwa kolaborasi internasional sudah terjalin. Beberapa pembicara merupakan mitra SITH ITB sejak lama, seperti Osaka University. Di tingkat nasional, kerjasama dengan BRIN dan Universitas Padjadjaran (UNPAD), UI, UGM dan berbagai universitas juga terus berjalan. Menanggapi arahan Menteri Kesehatan, Popi melihat peluang besar bagi ITB untuk berkontribusi, terutama dalam analisis big data genom manusia menggunakan bioinformatik, serta pengembangan teknologi biomedis.

Meski penuh harapan, Popi tak menutup mata terhadap tantangan. Kendala utama adalah pendanaan riset yang masih terbatas, serta kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten. “Kami terus melatih mahasiswa dan peneliti agar riset yang dilakukan relevan dengan kebutuhan bangsa, sesuai Sustainable Development Goals di bidang kesehatan, ketahanan pangan, dan perubahan iklim,” tegasnya.

Baca Juga:Pelantikan Wanoja Perjuangan Jabar, Fatmawati Trofi Gaungkan Kepemimpinan PerempuanDesak Pelaku Utama Segera Ditangkap, Keluarga Korban Pembunuhan Ujungberung Tuntut Keadilan

Dengan semangat kolaborasi yang kuat, IC-OMICS 2026 diharapkan menjadi katalisator kemajuan riset multi-omics di Indonesia. Bukan hanya sekadar berbagi ilmu, tetapi juga mewujudkan terobosan nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (bbs)

0 Komentar