Jabar Ekspres – Polisi memburu terduga pelaku pemalakan dan intimidasi terhadap seorang pengrajin kayu di Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), setelah rekaman aksinya viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, korban tampak mendapat tekanan dari beberapa orang yang diduga meminta sejumlah uang. Rekaman kamera pengawas (CCTV) itu juga memperlihatkan para terduga pelaku melontarkan kata-kata bernada keras sehingga memicu perhatian publik.
Panit Reskrim Polsek Padalarang, Ipda Endang Eris Kadarisman, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan aksi premanisme tersebut dan langsung melakukan penyelidikan.
Baca Juga:16 Angkot di Kota Bogor Berusia di Atas 20 Tahun Ditilang, Dipilok dan Diberi Tanda Tidak Laik Jalan Wagub Irit Bicara Soal Pergantian Nama Provinsi
“Setelah laporan kami terima, anggota langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak,” katanya, Rabu (8/7/2026).
Dari hasil penyelidikan awal, polisi memperoleh informasi bahwa aksi serupa diduga beberapa kali dilakukan dan meresahkan warga maupun pelaku usaha di sekitar lokasi.
“Informasi yang kami dapat, praktik seperti ini sudah cukup lama terjadi. Nominal uang yang diminta memang tidak besar, tetapi dilakukan berulang sehingga membuat masyarakat merasa resah,” ujarnya.
Endang mengungkapkan, penyidik telah melakukan profiling terhadap orang-orang yang terekam dalam video dan mengantongi identitas para terduga pelaku.
“Saat ini identitas mereka sudah kami kantongi. Anggota sedang melakukan pengejaran untuk menemukan dan meminta keterangan dari yang bersangkutan,” ungkapnya.
Ia menyebut sedikitnya tiga orang diduga terlibat dalam aksi pemalakan dan intimidasi tersebut. Polisi memastikan proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.
“Kami akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku. Masyarakat juga kami imbau segera melapor apabila mengetahui atau mengalami tindakan serupa,” pungkasnya. (Wit)
