Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan komponen harga bergejolak mengalami inflasi bulanan sebesar 0,14 persen dengan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,02 persen.
Sementara secara tahunan, kelompok harga bergejolak mencatat inflasi 5,58 persen dengan kontribusi sebesar 0,66 persen, yang didorong oleh komoditas beras, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.
Perbaikan juga terlihat dari inflasi pangan secara tahun kalender (year-to-date/ytd). Hingga Juni 2026, inflasi pangan ytd tercatat sebesar 1,61 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,15 persen.
Baca Juga:DPRD Didorong Jadi Penggerak Pengembangan Ekonomi Kreatif di DaerahPermintaan China Dongkrak Ekspor Rempah Indonesia, Kapulaga Jadi Komoditas Unggulan
Penurunan tersebut menunjukkan kondisi harga pangan nasional semakin stabil pada semester pertama 2026. Meski demikian, pemerintah tetap perlu menjaga kesinambungan pasokan dan distribusi pangan agar tren penurunan inflasi dapat dipertahankan hingga akhir tahun.
