Jejak Eropa, Jiwa Garuda, Lebih Dekat Dengan Sandy Walsh yang Kini Sah Milik Persib

Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono (kanan) bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI)
Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono (kanan) bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung Ade Koesjanto (kiri) mengumumkan pemain baru Persib Bandung di Graha Persib di Kota Bandung, Kamis (2/7/2026). Persib Bandung merekrut penyerang sayap asal Bosnia-Herzegovina Luka Menalo dengan durasi kontrak satu tahun dan Bek asal Indonesia Sandy Walsh dengan durasi kontrak tiga musim untuk mengarungi kompetisi 2026/2027. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Ada perjalanan yang dibangun oleh ambisi. Ada pula perjalanan yang dipandu oleh panggilan hati. Karier Sandy Walsh adalah perpaduan keduanya.

Hari ini, Persib Bandung resmi memperkenalkan bek Timnas Indonesia tersebut sebagai bagian dari skuad Maung Bandung. Kehadirannya bukan sekadar menambah kualitas lini belakang juara Indonesia, tetapi juga menjadi simbol bahwa kompetisi domestik kini semakin mampu menarik pemain-pemain Indonesia yang telah mengukir karier di level internasional.

Sadam Husen Soleh Ramdhani, Jabarekspres

Lahir di Brussels, Belgia, Sandy Walsh tumbuh dalam kultur sepak bola Eropa. Ia mengasah bakat di akademi Anderlecht sebelum melanjutkan perkembangan bersama KRC Genk, salah satu akademi terbaik Belgia yang terkenal melahirkan banyak pemain kelas dunia.

Baca Juga:Berawal dari Obrolan Biasa, Polda Jabar siap Perangi Judol dan Pinjol lewat Film Menang Untuk KalahBupati Tasikmalaya Resmi Lantik 9 Kepala Desa, Minta Fokus Tingkatkan Pelayanan dan Pembangunan

Di Genk, Sandy merasakan atmosfer sepak bola profesional sejak usia muda. Meski persaingan begitu ketat, pengalaman tersebut membentuk karakter bermainnya: disiplin, agresif, dan nyaman memainkan berbagai peran di lini belakang.

Babak berikutnya datang bersama Zulte Waregem, sebelum namanya benar-benar bersinar ketika membela KV Mechelen. Selama beberapa musim di klub tersebut, Sandy berkembang menjadi salah satu bek kanan paling konsisten di Liga Belgia. Bukan hanya piawai bertahan, ia juga dikenal rajin membantu serangan dengan umpan silang akurat dan keberanian melakukan overlap.

Saat banyak pemain memilih bertahan di Eropa, Sandy mengambil tantangan baru. Ia sempat merasakan atmosfer J.League bersama Yokohama F. Marinos sebelum melanjutkan petualangan ke Thailand bersama Buriram United. Di sana, pengalamannya semakin matang melalui persaingan domestik maupun kompetisi antarklub Asia.

Namun perjalanan Sandy tak hanya tentang klub.

Pada 2022, ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Keputusan itu membuka lembaran baru dalam hidupnya. Berseragam Merah Putih, Sandy menjelma menjadi salah satu pemain paling konsisten di era kebangkitan Timnas Indonesia. Fleksibilitasnya sebagai bek kanan maupun bek tengah membuatnya menjadi sosok penting dalam berbagai turnamen internasional.

Kini, kisah itu memasuki babak baru.

Persib Bandung menjadi pelabuhan berikutnya. Klub dengan sejarah panjang, basis suporter yang masif, dan ambisi mempertahankan dominasi di kompetisi nasional menjadi panggung baru bagi pemain berusia 31 tahun tersebut.

0 Komentar