Usai 5 Calon Manajer KDMP Meninggal, Pemerintah Evaluasi Latsarmil

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Prof Dudung Abdurachman (tengah) didampingi oleh Bupati Su
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Prof Dudung Abdurachman (tengah) didampingi oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir (kanan) serta Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kosasih (kiri) usai kunjungi keluarga calon manajer KDMP yang meninggal dunia saat Latsarmil, almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan di Kampung Cipeuteuy Baru, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan dievaluasi menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan bahwa porsi kegiatan fisik dalam pelatihan akan dikurangi secara signifikan.

“Dikurangi semaksimal mungkin, bahkan beberapa di antaranya ditiadakan,” katanya saat dijumpai usai mengunjungi rumah duka almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan di Kampung Cipeuteuy Baru, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

Baca Juga:70 Personel Polres Tasikmalaya Naik Pangkat, Kapolres: Pangkat Baru Harus Diiringi Kinerja dan IntegritasListrik di Perkampungan Tasikmalaya Kerap 'Pyar Pet', Warga Keluhkan Mati Berjam-jam Tanpa Pemberitahuan

Muhammad Rifki Renaldi Gunawan merupakan salah satu calon manajer KDMP yang meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil di Satdik Yon Para Raider 465 pada Jumat (26/6/2026).

Menurut Dudung, berdasarkan hasil evaluasi, materi pelatihan ke depan akan lebih difokuskan pada penguatan manajemen perkoperasian sesuai dengan tugas para peserta sebagai calon manajer KDMP.

“Karena para peserta dipersiapkan sebagai calon manajer (KDMP),” bebernya.

Selain mengurangi porsi latihan fisik, durasi pelatihan juga akan disesuaikan.

“Dari yang semula berlangsung selama dua bulan, kini dipersingkat menjadi sekitar satu setengah bulan. “Artinya, pelatihan tetap berjalan, tetapi aktivitas fisik akan disesuaikan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembekalan kepada para calon manajer KDMP akan lebih diarahkan pada materi teoretis dan praktik manajemen koperasi agar kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dudung juga menanggapi video yang viral di media sosial yang memperlihatkan peserta Latsarmil membawa senjata saat mengikuti pelatihan.

Ia mengaku sempat mempertanyakan metode pelatihan tersebut. Namun, berdasarkan pengalamannya sebagai mantan prajurit TNI, latihan membawa senjata merupakan bagian yang lazim dalam pendidikan dasar kemiliteran.

“Sebagai orang yang berasal dari latar belakang militer, awalnya saya juga bertanya-tanya mengenai model latihan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:Serapan KURDA Nol Persen Masih Rendah, Wabup Minta Camat dan Kades Jemput Bola ke MasyarakatMahasiswa Tasikmalaya Soroti Gelombang Aksi Pendukung MBG dan Sesalkan Sikap Pemkab

Menurut Dudung, pola latihan seperti itu telah lama diterapkan dalam pendidikan dasar kemiliteran.

“Pola seperti itu sebenarnya cukup lazim. Saat saya lulus SMA dan masuk akademi militer, pelatihan dasar yang saya jalani pun kurang lebih serupa. Hal ini berkaitan dengan sistem pertahanan rakyat semesta yang kita anut,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar