Serapan KURDA Nol Persen Masih Rendah, Wabup Minta Camat dan Kades Jemput Bola ke Masyarakat

Wabup akui banyak program unggulan daerah belum sampai ke masyatakat
Wabup akui banyak program unggulan daerah belum sampai ke masyatakat/Hendi/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menyoroti masih rendahnya pemanfaatan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Ia meminta para camat dan kepala desa (kades) lebih proaktif menyerap sekaligus menyampaikan informasi program pemerintah kepada masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan.

Menurut Asep, camat dan kepala desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintah di tingkat wilayah. Tanpa sosialisasi yang maksimal, program yang telah disiapkan pemerintah berpotensi tidak dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga:Mahasiswa Tasikmalaya Soroti Gelombang Aksi Pendukung MBG dan Sesalkan Sikap PemkabRibuan Massa GEMP4R Dukung Program Strategis Nasional, Wabup Pastikan Pemkab Tasikmalaya Beri Dukungan

“Saya heran, banyak program yang manfaatnya besar justru informasinya tidak sampai ke masyarakat,” kata Asep, Selasa (30/6/2026).

Ia mencontohkan Program KURDA Nol Persen yang saat ini menjadi salah satu program unggulan Pemkab Tasikmalaya. Meski namanya sudah cukup dikenal, banyak warga yang masih kebingungan mengenai mekanisme pengajuan hingga persyaratan untuk memperoleh bantuan permodalan tersebut.

“Misalnya soal KURDA Nol Persen. Masyarakat tahu nama programnya, tapi bingung harus mengurusnya seperti apa, prosesnya bagaimana, dan harus ke mana. Tidak sedikit yang justru bertanya langsung kepada saya, baik melalui media sosial maupun saat bertemu,” ujarnya.

Kondisi itu, kata Asep, menjadi alasan dirinya meminta dinas terkait segera berkoordinasi dengan para camat dan kepala desa agar informasi program dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.

Ia mengakui belum melihat data terbaru mengenai tingkat serapan KURDA Nol Persen, namun berdasarkan laporan yang diterimanya, realisasi program tersebut masih jauh dari harapan.

“Datanya memang belum saya cek secara pasti, tetapi yang jelas serapannya masih sangat rendah. Penyebab utamanya karena masyarakat bingung harus berbuat apa dan harus ke mana,” katanya.

Tak hanya KURDA Nol Persen, Asep juga menyinggung rendahnya pemanfaatan Program Samisade (Satu Mahasiswa Satu Desa). Menurutnya, tingkat serapan program tersebut bahkan masih berada di bawah 10 persen.

Baca Juga:Peringatan HANI 2026 Perkuat Komitmen Lindungi Generasi Muda dari Bahaya NarkobaInspektorat Kabupaten Tasikmalaya Jadikan Momen Asyura untuk Berbagi dengan Anak Yatim dan Lansia

“Program Samisade itu luar biasa bagus, tetapi karena informasi ke masyarakat tidak maksimal, akhirnya tidak termanfaatkan secara optimal,” ucapnya.

Diketahui, Program KURDA Nol Persen resmi diluncurkan pada 20 Mei 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Program yang merupakan salah satu janji politik Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi itu dirancang sebagai solusi permodalan bagi masyarakat kecil dan pelaku UMKM.

0 Komentar