8 Kecamatan Berpotensi Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Personel dan Mobil Tangki

8 Kecamatan Berpotensi Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Personel dan Mobil Tangki
Petugas BPBD Bandung Barat saat mendistribusikan air bersih. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 20 personel dan tiga unit mobil tangki disiagakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau 2026.

Langkah tersebut dilakukan menyusul penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo, mengatakan BPBD KBB langsung menyesuaikan langkah kesiapsiagaan setelah status siaga darurat ditetapkan pemerintah provinsi.

Baca Juga:Implementasi B50 Dinilai Berpotensi Menaikkan Biaya Perawatan Mesin, Meski Perkuat Ketahanan EnergiMenkeu Kaji Ulang Pajak Pencairan JHT, Fokus pada Aspek Keadilan Peserta

“Mulai 1 Juli sampai 30 September 2026 pemerintah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Kami langsung menyiapkan personel dan peralatan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau,” kata Duddy saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).

Menurut Duddy, berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, sedikitnya tujuh hingga delapan kecamatan di Kabupaten Bandung Barat berpotensi mengalami kekeringan ketika musim kemarau berlangsung.

“Pada 2023, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Cisarua, Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cipeundeuy, Cikalongwetan, Rongga, dan Gununghalu. Sementara pada 2024, kekeringan terjadi di Kecamatan Batujajar, Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cisarua, Cikalongwetan, dan Cipeundeuy,” jelasnya.

Daerah-daerah tersebut, lanjut Duddy berpotensi mengalami krisis air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang, sehingga BPBD menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kekeringan.

Selain menyiapkan personel, BPBD KBB juga memastikan armada distribusi air bersih siap diterjunkan ke wilayah terdampak apabila diperlukan.

“Kami menyiagakan 20 personel dan tiga unit mobil tangki yang siap dimobilisasi apabila ada wilayah yang membutuhkan suplai air bersih selama musim kemarau,” tandas Duddy. (Wit)

0 Komentar