ASN Kabupaten Tasikmalaya Diminta Kerja Berdampak, Wakil Bupati Dorong Maksimalkan Digitalisasi Layanan

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi/Foto: Hendi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tidak sekadar bekerja secara administratif, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelayanan yang cepat, inovatif, dan memanfaatkan teknologi digital.

Menurut Asep, kualitas sumber daya manusia (SDM) ASN Kabupaten Tasikmalaya sebenarnya sangat baik. Namun, potensi tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“ASN harus menjadi pelayan masyarakat yang terbaik. Kita tidak cukup hanya bekerja seperti biasa, tetapi harus memastikan setiap program pemerintah benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Asep akhir pekan lalu.

Baca Juga:Program KASEP Disiapkan, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Jalan Mantap Tembus 80 Persen pada 2028Atlet IBCA MMA Tasikmalaya Bawa Pulang 11 Medali di Temu Tarung Garut, Bidik Emas di Porprov 2026

Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dalam mengkomunikasikan dan menyosialisasikan berbagai program pemerintah daerah.

Padahal, di era digital saat ini, berbagai sarana komunikasi sudah tersedia dan dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Asep mencontohkan Program Samisade (Satu Mahasiswa Satu Desa), yaitu bantuan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Kabupaten Tasikmalaya. Program tersebut dinilai sangat baik, namun tingkat pemanfaatannya masih jauh dari harapan.

“Dari 351 desa yang ada, penerima manfaatnya baru sekitar 24 sampai 26 orang. Padahal program ini disiapkan untuk seluruh desa. Sangat disayangkan kalau kesempatan seperti ini tidak dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi pada Program Kurda Nol Persen, yakni fasilitas pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku usaha dan UMKM pemula. Meski dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serapan program tersebut juga masih relatif rendah.

Menurut Asep, rendahnya pemanfaatan sejumlah program bisa disebabkan berbagai faktor, salah satunya kurang optimalnya penyebaran informasi hingga ke tingkat masyarakat.

Ia menegaskan ASN harus memiliki kesadaran bahwa sistem pemerintahan telah berubah dari pola manual menuju digital. Perubahan tersebut harus diikuti dengan kreativitas dalam menyampaikan informasi agar lebih mudah dipahami dan diakses masyarakat.

Baca Juga:Empat Kali Diduga Jadi Korban Asusila, Bocah di Ciampea Alami Trauma hingga Kehilangan Percaya DiriProyek Cirahong 2 Tunggu Kepastian Pusat, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Dana untuk Bebaskan Lahan

“Kalau masyarakat masih menganggap pelayanan pemerintah lamban, maka tugas kita adalah mengubah persepsi itu dengan pelayanan yang cepat sekaligus informasi yang mudah diakses,” katanya.

0 Komentar