JABAR EKSPRES – Proses pemindahan operasional bus dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, masih berlangsung. Meski pemerintah telah menetapkan perpindahan mulai diberlakukan sejak Kamis (25/6/2026), hingga Jumat (26/6/2026) realisasinya baru mencapai sekitar 90 persen.
Pantauan Jabar Ekspres di Terminal Cicaheum pada Jumat siang menunjukkan aktivitas terminal jauh lebih lengang dibandingkan biasanya. Area parkir yang sebelumnya dipenuhi bus kini tampak sepi, begitu pula arus penumpang yang berkurang cukup signifikan.
Meski demikian, sejumlah bus masih terlihat beroperasi di terminal yang berada di Jalan Ahmad Yani tersebut. Salah satunya armada PO Sugeng Rahayu yang melayani rute Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Bandung–Yogyakarta–Surabaya.
Baca Juga:Atlet IBCA MMA Tasikmalaya Bawa Pulang 11 Medali di Temu Tarung Garut, Bidik Emas di Porprov 2026Empat Kali Diduga Jadi Korban Asusila, Bocah di Ciampea Alami Trauma hingga Kehilangan Percaya Diri
Selain itu, beberapa armada lain seperti PO Budiman juga masih terlihat memasuki kawasan Terminal Cicaheum. Namun, bus-bus tersebut hanya melakukan transit sambil menunggu penutupan terminal diberlakukan sepenuhnya.
“Transit saja ini, kalau sudah tutup permanen baru tidak mampir,” kata Herman, salah satu sopir.
Sementara itu, Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengatakan perpindahan armada bus AKAP maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) memang belum sepenuhnya rampung.
“Sekarang memang baru 90 persen, tinggal menunggu Terminal Cicaheum ditutup total saja,” terangnya.
Namun demikian, Asep menegaskan bahwa pihaknya sejak jauh-jauh haru juga telah mempersiapkan segala hal untuk menyambut transisi layanan bus tersebut.
Persiapan tersebut meliputi penataan jalur kedatangan dan keberangkatan bus, penyediaan ruang tunggu atau lounge khusus penumpang AKAP, hingga penataan lokasi penjualan tiket.
Selain itu, sejumlah fasilitas penunjang juga telah ditingkatkan, seperti ruang tunggu penumpang, area kuliner, hingga fasilitas toilet.
Baca Juga:Proyek Cirahong 2 Tunggu Kepastian Pusat, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Dana untuk Bebaskan LahanKekeringan Kembali Terjang Nanggung Bogor, 512 Warga Terdampak Krisis Air Bersih
Ia menegaskan Terminal Leuwipanjang siap menampung seluruh armada AKAP dan AKDP yang dipindahkan. Namun, untuk menghindari kepadatan kendaraan di dalam terminal, pengelola menerapkan pengaturan jadwal masuk setiap bus.
Hal itu untuk meminimalisir bus terlalu lama ngetem di terminal sehingga menumpuk, misalnya bus yang berangkat pukul 10.00 maka tidak boleh terlalu cepat masuk terminal.(son)
