JABAR EKSPRES – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menekankan, peran strategis Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengawal pembangunan desa saat pengukuhan DPC ABPEDNAS Kabupaten Sumedang.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC ABPEDNAS) masa bakti 2026-2031 pada Kamis (25/6/2026).
Keberadaan ABPEDNAS dinilai penting dan mempunyai peran yang strategis, sebab bertugas memberikan pendampingan serta memastikan pembangunan desa.
Baca Juga:BPJS Jadi Syarat Pedagang di Marketplace Dapat Insetif, Diskon Biaya Layanan 50 Persen Konsumen dan Prodesen Sama-sama Dilindungi, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Pengukuhan tersebut, dilakukan dalam rangkaian kegiatan Optimalisasi Jaksa Garda Desa dalam Mendukung Program Prioritas Nasional di GOR Tadjimalela, Kabupaten Sumedang.
“Desa merupakan ujung tombak pembangunan,” katanya di lokasi.
Menurut Dony, apabila desa maju, dampaknya berkesinambungan, yakni kecamatan akan maju, kabupaten hingga provinsi akan turut mengalami kemajuan.
“Pada akhirnya Indonesia pun akan maju,” bebernya.
Oleh karena itu, Bupati Sumedang menilai, peran BPD sangat strategis dalam memastikan pembangunan desa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama, antara DPC ABPEDNAS Kabupaten Sumedang dengan Kejaksaan Negeri Sumedang, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pendampingan dan pengawasan tata kelola pemerintahan desa.
Selain pengukuhan pengurus, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Program Jaga Pangan, berupa ayam petelur kepada DPC ABPEDNAS Kabupaten Sumedang, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Bupati Sumedang menyebutkan, BPD tak hanya berfungsi sebagai lembaga pengawas.
Akan tetapi, menjadi mitra pemerintah desa dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan partisipatif.
Dony juga berharap, kepengurusan ABPEDNAS yang baru dapat menjadi rumah besar bagi seluruh anggota BPD di Kabupaten Sumedang untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat kolaborasi dan menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan di desa.
Baca Juga:Dinamika Sosial Keagamaan di Tasikmalaya Rentan Konflik, Penyuluh dan Penghulu Diminta Aktif Deteksi DiniMiris! Hampir 300 Dapur MBG di Tasikmalaya Beroperasi, Baru 9 Kantongi PBG
“Melalui ABPEDNAS, saya berharap seluruh anggota BPD semakin solid, profesional dan mampu menjalankan fungsi pengawasan serta pemberdayaan masyarakat secara optimal,” bebernya.
“Kehadiran organisasi ini harus memberikan dampak nyata bagi kemajuan desa,” tukas Bupati Sumedang.
Sementara itu, di tempat yang sama, Jamintel Kejaksaan Agung RI, Prof Reda Manthovani menjelaskan, sinergi dengan ABPEDNAS merupakan bagian dari penguatan Program Jaga Desa.
