JABAR EKSPRES – Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jawa Barat (FKSS) Jawa Barat secara prinsip mendukung program Kerja Sama Sekolah Swasta. Namun pihaknya masih butuh kepastian anggaran dan konsistensi kebijakan.
Dalam waktu dekat, FKSS Jawa Barat juga bakal berkonsultasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). “Rencana besok (Rabu.red) kami akan beraudiensi,” jelas Ketua FKSS Jawa Barat Ade Hendriana, Selasa (23/6/2026).
Ade melanjutkan, secara prinsip pihaknya setuju saja terkait program kerja sama itu. Ia dan sekolah swasta lain juga ikut teken MoU pada Senin (22/6).
Baca Juga:Dedi Mulyadi Sebut Anggaran Program Beasiswa Sekolah Swasta Berasal dari Pergeseran APBDSekda Herman Belum Gamblang Jelaskan Anggaran Kerja Sama Sekolah Swasta
Tapi pihaknya tetap meminta kejelasan, salah satunya terkait alokasi anggaran program tersebut. “Secara prinsip kami mendukung,” katanya.
Ade melanjutkan, program itu sebagai langkah positif yang menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada sekolah swasta. Program tersebut diharapkan mampu memberdayakan sekolah swasta serta memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat Jawa Barat.
“Sekolah-sekolah yang tergabung dalam program SSK juga telah melalui proses verifikasi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” sambungnya.
Namun demikian tentu masih ada yang mengganjal. “Kami mempertanyakan kepastian sumber pendanaan program tersebut. Berdasarkan informasi yang berkembang, dana program akan dicairkan sebesar 50 persen terlebih dahulu pada bulan Agustus 2026 lalu sisanya Januari 2027,” urainya.
Menurut Ade, jika alokasi anggaran program mengambil rencana program beasiswa untuk siswa miskin maka akan rancu. Karena berpotensi menghilangkan hak yang seharusnya diterima oleh siswa dari keluarga kurang mampu.
Di samping itu, Ade juga keberatan terkait rencana Pemprov bakal menambah kuota peserta didik di sekolah negeri. “Itu info dari hasil pertemuan BMPS dengan Kemendikdasmen. Dan sepertinya disetujui,” katanya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya akan berdialog secara langsung dengan Kementerian. Dengan harapan bisa memberi masukan komprehensif.
Baca Juga:Program Kerja Sama Sekolah Swasta Pemprov Belum Teranggarkan di APBDSiap Tampung Siswa, FKK SMKS Jabar Soroti Implementasi Program Sekolah Swasta Kerjasama
Baginya, apabila penambahan kuota tersebut disetujui, maka keberlangsungan program kerja sama Sekolah Swasta dapat terancam. Pasalnya, calon murid yang menjadi sasaran utama program SSK sangat mungkin lebih memilih bersekolah di sekolah negeri karena tersedianya kuota tambahan yang lebih besar. (son)
