Kegiatan baksos yang berlangsung di salah satu RW di Kecamatan Ciamis Kota itu diikuti oleh lebih dari 500 warga. Mereka bersama-sama membersihkan saluran air, mengecat dinding masjid, dan membagikan paket sembako untuk lansia serta keluarga prasejahtera. Semua peralatan dan konsumsi peserta didapat dari sumbangan sukarela, bukan dari kas desa maupun anggaran pemerintah.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus bertumpu pada anggaran besar. Ketika masyarakat memiliki kesadaran kolektif, mereka mampu menggerakkan sumber daya sendiri untuk memenuhi kebutuhan bersama. Di tengah tekanan fiskal yang melanda banyak daerah, Ciamis justru menunjukkan bahwa kekuatan gotong royong bisa menjadi alternatif sekaligus pelengkap kebijakan pemerintah.
Bupati Herdiat mengakhiri kunjungannya dengan harapan bahwa semangat ini tetap terjaga dan menjadi teladan bagi daerah lain. “Saya bangga melihat warga Ciamis. Meski APBD turun, kita tetap maju karena kebersamaan. Ini adalah peradaban Galuh yang tidak akan pernah padam,” pungkasnya. (CEP)
