Truk Tabrak Rumah di Saguling, Kades Desak Pelebaran Jalan

Kecelakaan
Sebuah truk bernomor polisi B 9215 TS menghantam rumah warga setelah gagal menanjak di Kampung Cibenying, Desa Cipangeran, KBB. Dok istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas jalan Kabupaten Bandung Barat yang melintasi Kampung Cibenying, Desa Cipangeran, Kecamatan Saguling.

Sebuah truk bernomor polisi B 9215 TS menghantam rumah warga setelah gagal menanjak saat berpapasan dengan sepeda motor.

Kepala Desa Cipangeran, Ahmad Alamsyah, membenarkan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (19/6/2026). Ia mengatakan kecelakaan terjadi saat truk melintasi tanjakan di jalan kabupaten yang memiliki kondisi sempit dan cukup curam.

Baca Juga:Bocah Main Lilin Saat Mati Lampu, 3 Rumah dan 1 Motor Ludes Terbakar di Bojonggede BogorRSUD KHZ Musthafa Ukir Sejarah, Layanan Trombolisis Pertama di Priangan Timur Selamatkan Pasien Stroke Akut

“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah truk di wilayah Kampung Cibenying,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Ahmad, truk diduga kehilangan tenaga ketika berpapasan dengan sepeda motor dari arah berlawanan. Kendaraan kemudian tidak mampu melanjutkan perjalanan dan akhirnya menghantam rumah warga yang berada di pinggir jalan.

“Truk tersebut tidak kuat menanjak saat berpapasan dengan sepeda motor hingga akhirnya menabrak rumah warga,” jelasnya.

Ia mengatakan kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut. Kondisi jalan yang sempit dan minim fasilitas pengaman membuat ruas jalan itu kerap menjadi titik rawan kecelakaan.

“Insiden seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Bahkan sebelumnya ada kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil,” katanya.

Ahmad mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas PUPR untuk segera melakukan penanganan di ruas jalan tersebut. Menurutnya, pemasangan guard rail maupun pelebaran jalan perlu menjadi prioritas demi keselamatan pengguna jalan.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Minimal ada pemasangan pembatas pengaman di titik rawan, dan yang paling ideal tentu pelebaran jalan agar kejadian serupa tidak terus berulang,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar