Karena itu, kata Edy, peserta didik yang belum tertampung di sekolah negeri diarahkan untuk melanjutkan pendaftaran ke sekolah swasta yang jumlahnya mencapai 111 SMP di berbagai wilayah Bandung Barat.
“Masih terdapat selisih antara jumlah lulusan SD dengan kapasitas SMP Negeri. Karena itu sekolah swasta menjadi alternatif untuk memastikan seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan,” ujar Edy.
Di sisi lain, Edy mengklaim telah mempersiapkan infrastruktur teknologi guna mengantisipasi gangguan selama proses pendaftaran. Uji coba sistem telah dilakukan selama kurang lebih tiga pekan dan hasilnya berjalan lancar.
Baca Juga:Bocah Main Lilin Saat Mati Lampu, 3 Rumah dan 1 Motor Ludes Terbakar di Bojonggede BogorRSUD KHZ Musthafa Ukir Sejarah, Layanan Trombolisis Pertama di Priangan Timur Selamatkan Pasien Stroke Akut
“Persiapan teknis terus kami lakukan, termasuk pengujian server dan aplikasi. Hasilnya cukup baik sehingga kami optimistis proses pendaftaran dapat berjalan lancar tanpa kendala yang berarti,” pungkasnya. (Wit)
