Bongkar Mitos UMKM Kuliner, Polytron dan Populix Hadirkan Peta Jalan Naik Kelas Berbasis Data

Bongkar Mitos UMKM Kuliner, Polytron dan Populix Hadirkan Peta Jalan Naik Kelas Berbasis Data
Bongkar Mitos UMKM Kuliner, Polytron dan Populix Hadirkan Peta Jalan Naik Kelas Berbasis Data
0 Komentar

Pengalaman praktis mengenai transformasi bisnis juga dibagikan Aprilia Melisa, Owner Terve Chocolate dan Let’s Go Gelato.

Melalui Terve Chocolate, Aprilia berhasil mengembangkan bisnis cokelat artisan yang menyasar pasar khusus dan memperluas jangkauan distribusi melalui kanal digital tanpa kehilangan eksklusivitas produknya.

Ia menilai keseimbangan antara toko fisik, marketplace, dan layanan pesan antar menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan usaha. Di saat yang sama, efisiensi operasional harus terus dijaga melalui pemanfaatan teknologi seperti sistem kasir terintegrasi (POS) dan customer relationship management (CRM).

Hadirkan Solusi Nyata untuk UMKM

Baca Juga:BPBD Kabupaten Bogor Prediksi Puncak Kekeringan Terjadi Agustus-SeptemberKapolda Jabar Cup 2026 : Sempat Tertinggal, Tim Voli Polres Tasikmalaya Menang Telak 3-0 di Laga Perdana

Tak berhenti pada riset dan edukasi, Polytron juga menghadirkan program “UMKM Naik Level bareng Polytron” sebagai solusi konkret bagi para pelaku usaha.

Program ini menyediakan dukungan perangkat elektronik yang dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan risiko hidden cost. Produk yang ditawarkan antara lain chest freezer, showcase, dispenser, oven hingga rice cooker yang dapat diakses melalui program POLYPRENEUR Exclusive Deal dengan potongan harga hingga 40 persen.

Selain itu, Polytron juga menghadirkan kelas edukasi gratis bersama praktisi dan pakar UMKM, kesempatan memperoleh promosi melalui food vlogger nasional, serta peluang menjadi tenant pada berbagai event berskala nasional.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Polytron berharap pelaku UMKM dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih terukur, membangun fondasi usaha yang kuat, serta tumbuh secara berkelanjutan di tengah persaingan industri kuliner yang semakin dinamis.

Dengan mengedepankan data, edukasi, dan teknologi sebagai fondasi, handbook ini menjadi pengingat bahwa naik kelas bukan ⁰ soal memperbesar usaha, melainkan tentang membangun bisnis yang lebih sehat, efisien, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

0 Komentar