Genjot Serapan Telur dan Ayam untuk Program MBG, Harga Peternak Mulai Terdongkrak

Ilustrasi harga ayam dan telur di peternak mulai terdongkrak. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi harga ayam dan telur di peternak mulai terdongkrak. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

Selain mendorong penyerapan hasil produksi, pemerintah juga berupaya menekan biaya produksi peternak melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan.

Program yang berjalan sejak Mei 2026 tersebut didukung anggaran Rp678 miliar dengan target distribusi 242 ribu ton jagung hingga akhir tahun.

Program SPHP jagung pakan menyasar lebih dari 5.000 peternak skala mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi dengan total populasi unggas mencapai 53 juta ekor. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penyaluran yang dilakukan Perum Bulog telah mencapai 42,4 ribu ton atau hampir 20 persen dari target sementara.

Baca Juga:Freeport Percepat Perpanjangan Izin Tambang, Draf Divestasi Saham Sudah Diserahkan ke Pemerintah3 Kecamatan di Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan, Ribuan Jiwa Terdampak

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan semakin banyak daerah yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk telur ayam ras dan daging ayam ras di tingkat konsumen. Kondisi ini mencerminkan pasokan yang relatif terjaga, namun sekaligus menjadi sinyal perlunya intervensi agar harga di tingkat peternak tidak terus tertekan.

Melalui kombinasi peningkatan serapan Program MBG dan subsidi pakan melalui SPHP jagung, pemerintah berharap kesejahteraan peternak unggas dapat meningkat tanpa mengganggu stabilitas harga pangan nasional.

0 Komentar