Analisis Pakar: Masih Ada Celah Pembuktian dalam Dugaan Aliran Dana BC1

Persidangan
Ilustrasi - persidangan.(istimewa)
0 Komentar

Menurut Gautama, tanpa enam unsur tersebut, konstruksi penerimaan masih bertumpu pada penjelasan perantara dan keyakinan pemberi. Dalam hukum pidana, kedua hal tersebut penting tetapi belum menggantikan pembuktian terhadap penerima akhir.

Pada akhirnya, ia meminta publik tetap disiplin membedakan antara kode dan penerimaan uang. Menurutnya, angka besar yang muncul dalam persidangan tidak boleh menghapus kebutuhan terhadap pembuktian yang lengkap.

“Fakta sidang 12 Juni menunjukkan John Field membenarkan kode BC1 dan nilai Rp21 miliar berdasarkan konstruksi jaksa. Tetapi fakta sidang 20 Mei menunjukkan Orlando tidak mengetahui penerima akhir kode 1 dan amplop kode 1 disebut diserahkan kepada Rizal,” kata Gautama.

Baca Juga:Perkara Bea Cukai Memasuki Babak Baru, Kasus Suap Impor Terancam Tenggelam dalam Kabut InformasiPraktisi Intelijen: DSI Jangan Sekadar Jadi Pedagang, Tapi Otak Analitik Ekspor Nasional

Ia menilai kedua fakta tersebut harus dibaca dalam satu rangkaian utuh agar proses pembuktian tidak dipahami secara parsial. Dengan cara itu, publik dapat melihat posisi hukum perkara secara lebih jernih.

“Dalam negara hukum, angka besar tidak boleh menenggelamkan pertanyaan paling dasar: siapa yang benar-benar menerima. Karena jika kita hanya berhenti pada kode dan keyakinan tanpa bukti fisik serta kesadaran, kita tidak sedang membangun keadilan, melainkan mengganti persidangan hukum dengan persidangan opini publik,” ujarnya.

0 Komentar